PERUMAHAN WEB

Enam Hari Menghilang, Sihotang Ditemukan Meninggal Dunia

oleh
Petugas inafis Polres Samosir dan personil Polsek Pangururan saat akan membawa jenazah Lego Sihotang ke rumah sakit untuk keperluan visum. (Dok.Polres Samosir for Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com –  Seorang pekerja batu-bata, Lego Sihotang (26) ditemukan meninggal dunia usai dinyatakan hilang selama 6 hari.

Jenazah Lego ditemukan di Dusun I Batu Purun, Desa Huta Namora, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Minggu (18/6) sekira pukul 13.00 WIB. Penemuan jasadnya pun sempat menggemparkan warga setempat.

Awalnya, Ronal Nainggolan (28) dan Rijona Nainggolan (23) selalu kedua saksi yang saat itu sedang melakukan pekerjaan di sekitaran lokasi, memasang tangga di pohon aren yang direncanakan untuk diolah menjadi minuman.

Saat membersihkan pohon aren itu, mereka dikejutkan dengan penemuan mayat yang tergeletak dalam keadaan telungkup.

BACA JUGA..  Tangkap 2 Pelaku Pembakaran, Kapolda Sumut: Saya Tepati Janji kepada Keluarga Sempurna Pasaribu

Tak lama mengamati wajah korban, Ronal pun mengenali korban sebagai Lego, lantaran warga yang telah mencarinya selama 6 hari sebelum ditemukan.

Lego dikabarkan hilang setelah tidak pernah terlihat dan tidak bekerja lagi.

Kedua saksi pun menuju tempat pembakaran batu bata yang dimiliki Estiana  Nainggolan, tokoh masyarakat setempat.

Mereka memberitahukan penemuan mayat pada Estiana yang juga merupakan majikan Lego.

Tak lama berselang petugas dari Kapolsek Pangururan AKP Marlen Sitanggang memimpin tim dari Polres Samosir beserta petugas Piket menuju lokasi penemuan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

BACA JUGA..  2 Penambang Emas Ilegal di Madina Tewas Tertimbun Longsor

“Dari hasil olah TKP, polisi berhasil mengamankan barang-barang yang ditemukan di sekitar mayat.

Ini meliputi 1 unit HandPhone (HP) merek Realme berwarna hijau dalam kondisi pecah layar dan sepasang sandal warna hitam merek Eiger,” jelas Kapolsek.

Estiana saat memberikan keterangannya kepada polisi, tidak mengetahui identitas lengkap korban atau tempat tinggal keluarganya. Ini karena korban tidak pernah memberitahukannya selama masih hidup.

Estiana menjelaskan, telah tinggal di Batu Purun selama 10 tahun, sementara Lego baru bekerja di pembakaran batu bata selama 2 bulan terakhir.

Sang bos pun mengaku terakhir bertemu korban pada 10 Juni 2023 sekitar pukul 19.00 WIB, sebelum dirinya pergi ke Rumah Sakit (RS) bersama suaminya untuk mengantar anak mereka berobat.

BACA JUGA..  Ngedar Sabu, Polres Labusel Tangkap Eli Cs

Estiana juga mencoba menghubungi Lego pada Senin (12/6) lalu, guna memberitahukan untuk menutup tempat pembakaran batu bata karena turun hujan. Namun HP milik korban tidak aktif.

Jasad Lego kini telah dibawa ke RS Bhayangkara Kota Medan untuk dilakukan autopsi.

Sementara pihak Kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Guna melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab kematian Lego. (*)

Reporter: Oki Budiman
Editor: Maranatha Tobing