POSMETROMEDAN.com – Peningkatan status Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Padangsidimpuan tak lepas dari peran H. Syahrul M. Pasaribu, SH.
“Peran pak Syahrul Pasaribu sangat besar dan monumental pada peningkatan status dari STAIN menjadi IAIN dan bahkan menjadi UIN Syahada Padangsidimpuan,” kata Dr. H.Muhammad Darwis Dasopang M.Ag, saat silaturahmi Syahrul Pasaribu dengan Rektor dan segenap civitas akademika UIN Syahada di ruang rektorat, pada Selasa (21/2/2023) lalu.
Pada pertemuan yang diwarnai kilas balik akan suka duka, masa memperjuangkan status sampai menjadi UIN Syahada, di bawah naungan Kementerian Agama RI ini, juga diungkapkan Prof.Dr.H. Ibrahim Siregar MCL mantan Rektor dan saat ini Direktur Fasca Sarjana UIN Syahada. Katanya, sosok Syahrul Pasaribu merupakan pemimpin yang visioner dan mampu menatap jauh ke depan.
“Buktinya, walaupun Syahrul Pasaribu Bupati Tapsel saat itu, sedangkan UIN berada di Sidimpuan yang bukan merupakan daerah administratif Pemerintah Tapsel, tapi dia tetap bersedia bersama kami memperjuangkan peningkatan status STAIN ke IAIN hingga UIN,” terangnya.
Lebih lanjut Prof. Ibrahim mengatakan, Syahrul Pasaribu merupakan pemimpin yang memiliki kepedulian yang tinggi pada peningkatan kualitas SDM, terutamanya generasi muda.
“Itu, tampak jelas dari kepedulian beliau memperhatikan dunia pendidikan,” ungkapnya, dan mengaku salut akan kepiawaian serta kelincahan Syahrul di kesehariannya, mulai saat memimpin Tapsel hingga saat ini.
Prof.Ibrahim Siregar dan Rektor Dr.Darwis Dasopang menyebut, awal peningkatan status dari STAIN ke IAIN hingga UIN, cita-citanya diawali tahun 2011 dan tahun 2012 Syahrul Pasaribu dalam kapasitas sebagai Bupati menghibahkan tanah di areal perkantoran Pemkab Tapsel.
Awalnya 2 Hektar dan tahun berikutnya menjadi 4 Hektar lebih. Tahun 2015 sudah bersertifikat dan tahun 2020/2021 direlokasi ke arah jalan nasional.
Penyerahan hibah tanah ini, turut mempercepat peningkatan Status STAIN ke IAIN hingga UIN.
“Terimakasih atas kerjasama yang yang baik ini. Semoga bapak tetap sehat, sukses dan tetap bermanfaat bagi ummat,” imbuhnya.

Sementara, bagi Syahrul Pasaribu, pertemuan penuh kesan dan banyak makna ini adalah untuk menyahuti undangan dari Rektor UIN Syahada, Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M. Ag, saat bertemu pada pembukaan Musywil ke-13 Muhammadiyah dan Aisyiah Sumatera Utara, Sabtu (18/2/2023) lalu.
“Bicara UIN Syahada, muaranya adalah mempersiapkan generasi muda kita. Itu sudah menjadi obsesi bersama tentunya. Di silaturahmi ini, saya memenuhi undangan dari Bapak Rektor UIN Syahada,” jelas Syahrul yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Tapsel.
Menurut dia, keberadaan Perguruan Tinggi memiliki potensi besar dalam mempersiapkan generasi muda yang handal, sebagai pewaris bangsa yang akan melanjutkan pembangunan dimasa depan. Karena itu, saat diberi amanah oleh rakyat memimpin daerah Tapsel, selalu mendukung penuh PTS maupun PTN yang ada di sekitar daerah. Tentunya ini beririsan dengan semangat membangun daerah lewat sumber daya manusia terkhusus generasi mudanya.
“Salah satunya tentu memperhatikan dan turut berjuang bersama untuk meningkatkan status dari STAIN ke IAIN hingga UIN Syahada Padangsidimpuan,” ungkapnya.
Tidak hanya memperjuangkan lewat langkah-langkah administrasi, tetapi juga langkah-langkah lain, termasuk harus mau meluangkan waktu. Dimana pada saat kepemimpinan Syahrul, Pemkab Tapsel memback up penuh, karena menjadi salah satu syarat ketika itu.
“Di tengah padatnya tugas pelayanan dipemerintahan daerah, pernah saya dan Prof. Ibrahim harus pulang pergi mengurus peningkatan status itu ke Kementerian Agama di Jakarta. Alhamdulillah bisa selesai dan semua ini tentu karena diawali dengan niat yang tulus yang akhirnya tahun 2022 sudah menjadi Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary sering disingkat UIN Syahada, ” pungkas Syahrul Pasaribu.
Silarurrahmi tiga jam yang berlangsung penuh dengan suasana kekeluargaan itu, namun terkadang serius mendiskusikan pengembangan UIN Syahada, agar lebih baik kedepan dihadiri Rektorat lengkap yakni Rektor dan semua Wakil Rektor dan Direktur Pasca Sarjana serta diakhiri dengan penyerahan cinderamata kepada H.Syahrul M.Pasaribu,SH. (*)
Repprter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












