POSMETRO MEDAN – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2026 di SD Negeri Muara Situlen menuai sorotan tajam dari wali murid. Pengelolaannya diduga tidak transparan, Jumat (2/10).
SDN Muara Situlen yang beralamat di Jln. Pardomuan Muara Situlen, Desa Bintang Alga Musara, Kecamatan Lauser, Kabupaten Aceh Tenggara tersebut pada Tahun Anggaran 2026 diduga mengelola Dana BOS sebesar Rp295.160.000 dengan jumlah siswa sekitar 314 orang.
“Kami berhak mengawasi penggunaan dana BOS tersebut karena ini adalah hak siswa yang harus dikelola secara akuntabel. Sekolah diwajibkan transparan terkait rincian penggunaannya,” ujar wali murid kepada Posmetromedan.
Ia menjelaskan, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) digunakan khusus untuk membiayai kebutuhan operasional non-personalia di sekolah. Penting untuk diketahui bahwa dana ini meliputi pembiayaan kegiatan pembelajaran, pembelian buku, penerimaan siswa baru, perawatan sekolah, hingga pembayaran listrik, air, gaji guru, internet dan lainnya.
“Meski begitu, penggunaan dana BOS harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan dan harus diinformasikan secara transparan dan akuntabel,” sebut wali murid tersebut.
Namun menurutnya, Kepala Sekolah SDN Muara Situlen dalam pengelolaan dana BOS tahun 2026 diduga tidak transparan.
Atas dugaan tersebut, wali murid meminta Polres Aceh Tenggara melalui Kanit Tipikor untuk segera mengaudit Dana BOS di SDN Muara Situlen.
“Kami minta Polres Agara melalui Kanit Tipikor segera audit Dana BOS di SDN Muara Situlen,” pintanya.
Sementara itu, Posmetromedan mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepsek SDN Muara Situlen Basaruddin melalui pesan WhatsApp, Jumat (2/10), mempertanyakan apa betul pengelolaan dana BOS diduga tidak transparan.
Karena tidak ada jawaban apapun dari Kepsek SDN Muara Situlen, Posmetromedan pada Jumat (2/10) langsung investigasi ke sekolah SDN Muara Situlen untuk mempertanyakan terkait pengelolaan dana BOS tahun 2026 yang diduga tidak transparan.
Saat dikonfirmasi langsung, Basaruddin selaku Kepsek SDN Muara Situlen justru memberikan jawaban singkat.
“Jangan kalian jelekkan nama saya,” sebutnya kepada Posmetromedan.
Jawaban tersebut semakin menimbulkan tanda tanya besar di kalangan wali murid terkait transparansi pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut. (Zal)
EDITOR : Putra











