POSMETROMEDAN.com- Tokoh masyarakat Sumatera Utara (Sumut) H Syahrul M. Pasaribu memberi motivasi terhadap para santri dan santriwati, saat menggelar kunjungan silaturahmi, ke Pondok Pesantren (Ponpes) Dar Al-Ma’arif di Jalinsum Basilam, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Kababupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Kamis (26/1/2023) lalu.
Kedatangan politisi Partai Golkar ini disambut hangat Direktur Ponpes Dar Al-Ma’arif Ja’far Nawi Harahap, SPd, SE, bersama ustadz-ustadzah, dan para santri.
Turut bersama Syahrul, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Labusel H. M. Romadhon, Ketua DPD Partai Golkar Labuhanbatu yang juga mantan Bupati Kabupaten Labuhanbatu H. Andi Suhaimi, dan Anggota DPRD Tapsel Muhammad Rawi Ritonga.
Syahrul Pasaribu mengaku, memiliki hubungan yang sangat erat dengan Ketua Yayasan Ponpes Dar-Al Ma’arif, Prof. DR. Ibrahim Siregar. Menurutnya, mereka bersama-sama dalam pengembangan STAIN Padangsidimpuan (Psp), hingga menjadi IAIN dan kini telah menjadi UIN SYAHADA Psp.
Dimana, upaya yang dilakukan untuk peningkatan status Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri itu dilakukan, antara lain dengan melakukan kunjungan ke Kementerian Agama, dan memberikan Hibah tanah seluas 4 hektar diareal perkantoran Pemkab Tapsel beberapa tahun yang lalu, sebagai bagian persyaratan peningkatan satatus STAIN ke IAIN hingga UIN.
“Saya terus mendorong beliau dalam mewujudkan UIN Padangsidimpuan, alhamdulillah, akhirnya cita-cita itu terwujud pada tahun 2022 setelah saya pensiun dan Prof.Ibrahim berakhir 2 periode, dari Rektor IAIN sesuai Kepres RI nomor 87 tahun 2022 tertanggal 8 Juni 2022,” terangnya.
Disebut, ditengah berbagai diskusi yang dilakukan dengan Prof.Ibrahim Siregar, sebagai ‘Pejuang’ peningkatan status STAIN ke IAIN hingga UIN, yang saat ini Direktur Pasca Sarjana UIN SYAHADA, sering menceritakan keberadaan pesantren itu.
“Beliau juga sering mengundang saya untuk dapat berkunjung, tapi baru hari ini bisa berada di tempat ini,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Tapsel dua periode (2010-2015 dan 2016-2021) ini, memberi motivasi kepada para santri, agar belajar sungguh-sungguh. Menurutnya, ada keunggulan pendidikan di pesantren dibanding pendidikan umum, salah satunya memupuk kemandirian. Tentunya, kalau ingin melanjutkan ke PTN selepas dari pesantren ini, Syahrul juga meminta agar salah satunya yang menjadi pilihan adalah UIN SYAHADA Psp.
“Pesantren merupakan laboratorium kader umat dan laboratorium kader bangsa. Kita berharap Labusel dapat lebih maju di masa mendatang. Jangan sia-siakan kesempatan belajar ini. Tidak semua orang punya kesempatan belajar seperti kalian ini. Masa muda juga tidak dapat diulangi ke belakang. Patuhilah para guru,” ajaknya.
Kepada para tenaga pengajar Ponpes Dar-Al Ma’arif, Syahrul juga mengingatkan untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya. Diyakini, pekerjaan mendidik itu tidak mudah, namun berharap apa yang dilakukan menjadi amal ibadah.
“Dari pesantren ini kita berharap akan banyak lahir Profesor, lahir Bupati, DPR, dan pemimpin bangsa,” harapnya.
Direktur Ponpes Dar Al-Ma’arif Ja’far Nawi Harahap, SPd, SE pada kesempatan itu menyambut baik kedatangan Syahrul dan rombongan. Diharap kehadiran orang-orang penting tersebut membawa dampak positif terhadap kemajuan pesantren.
“Semoga pada masa mendatang pesantren ini memiliki GOR dan aula perkumpulan. Kami berharap perhatian lebih terhadap pesantren. Saat ini pesantren menjadi benteng utama anak bangsa dari perjudian dan hal negatif lainnya,” ungkapnya.
Ditempat yang sama mantan Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi yang juga Ketua DPD Golkar Labuhanbatu mengatakan, saat menjadi Bupati, ia mengalokasikan anggaran untuk bantuan pesantren dan panti asuhan di Kabupaten Labuhanbatu. Diakui, sudah berkoordinasi dengan Ketua DPD Golkar Labusel, Romadhon Nasution yang juga anggota DPRD Labusel dan berharap program tersebut dapat diadopsi dan diterapkan di Kabupaten Labusel. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












