Majlis Taklim Uswatun Hasanah Maknai Hari Asyuro dengan Bersedekah

oleh
Majlis Taklim Uswatun Hasanah, Desa Pangurabaan kembali membuat bubur Asyuro untuk menyemarakkan Hari Asyuro, 10 MuHarram 1444 Hijriyah. (Amran Pohan/Posmetromedan.com)

POSMETROMEDAN.com – Sempat absen selama dua tahun akibat pusaran pandemic Covid-19, dengan pembatasan aktivitas diuar rumah apalagi keramaian, Majlis Taklim Uswatun Hasanah, kembali memaknai Hari Asyuro yang jatuh pada 10 Muharram, Tahun 1444 Hiriyah, dengan bersedekah dan memasak bubur asyuro.

Ketua Pengajian, Masdewi Hasibuan, atau lebih akrab disapa Mak Ubay menjelaskan, setelah dua tahun absen dalam kegiatan serupa akibat pandemic covid-19, Majlis Taklim Uswatun Hasanah Pangurabaan, kembali memasak dan membagikan bubur asyura, sebagai bentuk kesyukuran sekaligus meningkatkan silaturahmi dan siyar Islam.

“Pandemi covid-19 telah melandai, segala aktivitas yang menimbulkan keramaian, telah diperbolehkan dengan tetap mematuhi anjuran pemerintah. Karena itu, ditahun 1444 Hijriyah ini, kita kembali memasak dan membanggikan bubur Asyuro,” ucapnya seraya menyampaikan, kegiatan itu telah menjadi rutinitas dalam pengajian setiap tahunnya.

BACA JUGA..  Kodim 0204/DS Tanam 1500 Pohon di Sekitaran Bendungan Lau Simeme

“Kegiatan ini kita laksanakan atas saran dan kajian yang disampaikan Ustadz atau Pembimbing kami H Akhirul Pane, MA, untuk memperingati Hari Asyuro disetiap Muharram,” pungkasnya.

Sementara, Ustadz H Akhirul Pane  menyampaikan. Memasak dan membagikan bubur Asyuro merupakan tradisi yang terus dilaksanakan dan ditingkatkan. Sebab, memiliki berbagai nilai kebaikan diantaranya bentuk pengungkapan rasa syukur atas keselamatan yang selama ini diberikan Allah SWT,” ungkapnya

Disampaikan, jika dirujuk menurut sejarah atau asal usulnya, bubur Asyura ternyata sudah ada sejak masa para Nabi. Seperti di masa Nabi Nuh. Kala itu, bersama kaumnya yang beriman selamat dari banjir besar dengan menaiki perahu yang dibuatnya.

BACA JUGA..  Menkum Resmikan 6.110 Posbakum di Sumut, Bobby Nasution: Penyelesaian Kasus Tertentu Lewat Justice Colaborator

“Terkait dengan Asyura, adalah hari kesepuluh bulan Muharram. Dimana, pada hari ini Rasulullah menyuruh kita berpuasa yang dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu. Dan pada hari ini, ada anjuran atau bahkan diharuskan untuk bersedekah,” ungkapnya.

Ketua PD DMI Kabupaten Tapsel ini mempertegas dengan mengajak Umat Islam untuk memaknai Hari Asyuro dengan meningkatkan sedekah agar senantiasa ketaqwaan dan keimanan pada Allah SWT semakin hari semakin baik.

BACA JUGA..  Bupati Tapanuli Utara Ajak Umat Katolik Jadi Garam dan Terang Masyarakat

“Mari kita lestarikan budaya ini, walaupun ini ditransfer dari budaya Melayu dan dari Riau. Semoga di tahun ini lebih meningkatkan pengalaman beragama dibandingkan tahun lalu. Bubur ini dibagikan kepada anggota dan kepada orang tua jompo sekitaran Pangurabaan,”ungkapnya.

Ibrahim Saragi mewakili jemaah menyampaikan, kiranya seluruh anggota berjumlah 65 orang dan keluarganya diberikan kesehatan untuk di tahun tahun yang akan datang agar dapat melaksanakannya.

“Terlebih pada pembina kita, Ustadz yang selama ini mmeberi pencerahan untuk meningkatkan kwalitas keimanan dan ketaqwaan kita,” ungkapnya dan diamini seluruh anggota pengajian Uswatun Hasanah. (*)

Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing