POSMETROMEDAN.com – Peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) diminta mempersiapkan diri menjadi generasi emas yang akan mengisi dan melanjutkan program pembangunan kelak. Apalagi, sebagai sekolah unggulan, siswa MAN IC harus memiliki nuansa pembeda, dari sekolah lainnya.
Hal ini diungkapkan Komandan Rayon Militer (Danramil) 03 Sipirok, Kapten Inf Abdul Kodir Harahap saat menjadi Inspektur upacara (Irup), pada upacara bendera di MAN IC Tapsel, Sipirok (30/5).
“Anak-anak sekalian, kalian harus punya ciri khas, seperti sikap perilaku, penampilan, kepribadian dan keilmuan. Sebab dari sekolah saja kalian sudah berbeda dengan MAN yang lain. Kejarlah cita-cita sampai dapat, jangan lupa terhadap orang tua, ada tanggung jawab dan keringat yang harus kau bayar lunas kepada kedua orang tua,” ungkapnya sambil memberi apresiasi kedisiplinan yang mencerminkan jiwa nasionalisme dari para peserta didik dalam upacara itu.
“Saya sering jadi Inspektur Upacara. Saya melihat dengan sikap, gerakan, gerak gerik, ketertiban dan kekhidmatan, baru kali ini yang terbaik yang pernah saya lihat,” katanya.
Sebagai bentuk kebanggaannya, Danramil memberikan baret yang dikenakannya kepada pemimpin (komandan) upacara, M Dzikrul Imam Fitrah Siregar, kelas X IPS.
“Ini adalah awal yang baik. Saya berharap kedepan kita akan terus menajlin kerjasama. Kami dari TNI akan siap membantu apapun, jika diperlukan terkhusus pembentukan karakter peserta didik dalam bingkai Nasionalisme dan kebangsaan,” tegasnya.
Disela amanatnya, Kapten Abdul Kodir Harahap juga menyampaikan selamat kepada Kepala MAN IC Tapsel, Abdul Hakim Siregar, yang dilantik beberapa waktu lalu.
“Saya bangga. Saya juga ikut mendo’akan, kawan saya sekaligus abang kelas saya, saat sama-sama di Pesatren Darul Ulum Nabundong dulu, sudah menjadi Kepala MAN IC Tapsel,” ungkapnya seraya berharap, dapat menjalankan tugas dengan baik.
“Seluruh guru dan pegawai bantu jugalah beliau. Sebab, suksesnya pemimpin itu juga harus dapat suport dan bantuan dari orang-orang dibawahnya. Harus ada sinergitas dan kerjasama sangat penting, agar pimpinan dapat berdiri tegak lurus,” tegasnya.
Kepada peserta didik di MAN IC, Danramil Sipirok itu, menjelaskan secara singkat seputar filosofi dan sejarah upacara bendera.
“Bendera kita merah putih, bagaimana merebut ini dulu. Itulah pentingnya sejarah. Hidup adalah sejarah dan kita tidak boleh melupakan sejarah. Merebut ini (kemerdekaan) adalah luar biasa, penuh dengan cucuran darah, air mata dan sebagainya untuk memperjuangkan ini (berkibarnya merah putih),” terang Danramil kelahiran Padang Sidempuan 17 Maret 1977 itu.
Sehingga sambungnya, sebagai generasi penerus, walau tak ikut merebut, tetapi untuk mengenang peristiwa luar biasa itu, diwajibkan untuk mengikuti upacara bendera.
“Selanjutnya apa itu yang dimaksud dengan upacara adalah melakulan kegiaatan dengan tenang, khidmat, aman dan tertib tanpa ada goyang-goyang, sebab dengan demikian adalah bentuk penghormatan kita dengan bendera merah putih,” tutupnya.
Adapun peserta upacara, Prajurit Koramil 03 Sipirok, Kepala Madrasah MAN IC Tapsel, KTU MAN IC Tapsel, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Seluruh peserta didik MAN IC Tapsel. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












