POSMETROMEDAN.com – Ledakan kuat diduga berasal dari bom rakitan gemparkan warga yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Senin (24/1/2022) sekira pukul 09.15 WIB, tepatnya di salah satu tangkahan ikan.
Selain menghancurkan beberapa rumah warga, 3 orang menjadi korban dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Dampak dari ledakan itu beberapa rumah warga dan tangkahan ikan tampak hancur berantakan.
Seorang warga yang ditemui di lokasi menjelaskan, saat sebelum kejadian dia sedang mempersiapkan keperluannya untuk berangkat kerja. Tiba-tiba saja ledakan keras terdengar bersamaan dengan barang-barang yang ada di rumahnya berserakan. Sontak ia langsung bergegas menyelamatkan keluarganya.
“Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan keras. Setelah keluar rumah saya tahu ledakan itu berasal dari salah satu tangkahan,” ujar Aswan.
Salah seorang warga yang tak ingin namanya disebutkan, juga menduga ledakan itu merupakan bom rakitan, yang digunakan untuk menangkap ikan.
“Sudah jadi rahasia umum itu, kalau disini banyak kapal menangkap ikan mengunakan bom. Ga mungkin itu dari tabung gas. Kalau disini disebutnya ‘pukat bom’ menangkap ikan menggunakan bahan peledak,” katanya.

Pantauan di lokasi, usai terdengar ledakan warga sekitar yang penasaran dengan suara ledakan langsung mengkerumuni lokasi diduga asal ledakan. Polisi tampak langsung mensterilkan lokasi dengan memasang polis line.
Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja kepada wartawan menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki penyebab ledakan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan tim Labfor Polda Sumut untuk menurunkan timnya untuk mengecek penyebab ledakan tersebut,” kata Taryono kepada wartawan di lokasi kejadian.
Menurut dia, ledakan tersebut juga menghancurkan tiga rumah sangat sederhana di kawasan tangkahan ikan. Selain itu, 3 orang terluka dan saat ini masih dirawat di rumahsakit FL Tobing Sibolga.
Taryono belum dapat memastikan jenis ledakan yang menghebohkan warga Sibolga tersebut. Dia menjelaskan, jenis ledakan masih diselidiki.
Disinggung ledakan tersebut adalah bom ikan, Taryono mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan tim Labfor Polda Sumut. (*)
Reporter: Aris Barasa
Editor: Maranatha Tobing











