Dinas PU Harus Serius Tangani Pengerjaan Fisik Drainase

oleh
Anggota Komisi IV DPRD Medan Renville P Napitupulu, juga Ketua DPD PSI Kota Medan (baju putih). (Ali Amrizal/Posmetro Medan)

POSMETROMEDAN.com – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan harus serius menangani pengerjaan fisik drainase, karena Wali Kota Bobby Nasution telah menggelontorkan anggaran yang sangat besar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Rp 500 Miliar.

Kesiapan pembangunan “drainaise” pada TA APBD 2022, dengan anggaran hingga Rp500 miliar harus ditangani dengan serius seiring visi dan misi Walikota Medan Bobby Nasution, yang sangat antusias untuk menyelesaikan masalah banjir di kota Medan.

“Kita sangat apresiasi atas kepedulian walikota Medan yang menyiapkan anggaran cukup besar di APBD Tahun 2022 untuk pengerjaan drainase. Oleh sebab itu, Dinas PU harus bijak menyikapi hal tersebut, dengan kerja serius, efesian dan tepat waktu,” ucap anggota Komisi IV DPRD Medan Renville P Napitupulu kepada wartawan, Jum’at (21/1).

BACA JUGA..  AFF U-19 2026 Masuk Fase Drawing, Bobby Nasution Pastikan Fasilitas “Di Atas Layak”

Ketua DPD PSI Kota Medan ini menambahkan, untuk itu diperlukan ‘kolaborasi’ antara Pemko Medan melalui Dinas PU Kota Medan & ULP Kota Medan bersama dengan masyarakat, dan wakil rakyat sebagai bentuk pengawasan yang melekat pada tugas DPRD, sebagai lembaga ‘Pengawas Anggaran’ yang bersumber dari uang rakyat.

“Mulai dari pekerjaan fisik drainaise di Kota Medan sudah terlaksana di beberapa titik. Diantaranya pengerjaan drainaise “U-DITCH”, menggunakan hasilcorak dari pabrik (sudah jadi tinggal disusun di tanah yang dikorek). Pelaksanaan pekerjaan dengan sistim “U-Ditch” dalam pelaksaanan proyek drainaise ini, baru pertama kali dilaksanakan di Kota Medan,” jelasnya.

BACA JUGA..  Ayam Selundupan Asal Thailand Hasil Sitaan Balai Karantina Diduga Diperjual Belikan

Ditahun 2021, sambung Renville, proyek ini dikerjakan di sekitar 37 titik di sepanjang Kota Medan, dengan nilai proyek kurang lebih Rp 53.836.375.000.

“Pengerjaan drainase yang lama dengan sistem ready mix, di mana pengecoran talud & cover masih dilaksanakan di lokasi. Pelaksanaan sistim kerja dengan sistim ini dikerjakan di sekitar 22 titik, dengan nilai proyek kurang lebih Rp 15.393.176.000,” terangnya.

Jadi jika dihitung, lanjutnya lagi, total pengerjaan fisik drainaise di kota medan TA 2021 sekitar Rp 69.000.000.000 di 59 titik dari luas jalan di Kota Medan.

“Untuk keberhasilan proyek ini di TA APBD 2022, yang direncanakan memakan anggaran sekitar Rp 500 miliar, tentunya dibutuhkan keseriusan dan kebijaksanaan yang tepat di sektor tersebut,” tendasnya

BACA JUGA..  Tragedi Kecelakaan Bus ALS, 5 Penumpang Tewas Asal Sumut

Diungkapkan Renville, bagaimana pihak konsultan menyajikan perencaaan supervisi proyek dalam merencanakan pembagunan fisik drainaise dengan waktu yang lebih cepat. Sehingga mampu mempercepat proses tender proyek proyek drainaise ini  di LPSE Kota Medan.

“Dinas PU Kota Medan harus benar benar mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan kesiapan, kelengkapan berkas para calon kontraktor sebagai perserta tender. Baik persyaratan administrasi, Teknis (dukungan alat ) dan penawaran harga. Agar proyek pemerintah yang memakai uang rakyat ini, tepat guna dengan hasil yang baik,” tegasnya. (*)

Reporter: Ali Amrizal
Editor: Maranatha Tobing