Tragis! Dua ABG Dibacok Trio Begal Berusia Muda

oleh -173 views
KRITIS: Hafis kritis usai dibacok begal.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Dua ABG penduduk Medan Deli jadi korban pembacokan begal di Jalan Alumunium 4, Kelurahan Tanjung Mulia, Medan Deli, Sabtu (20/11/2021) jelang tengah malam.

Akibat kejadian tersebut, seorang korban bernama Hafis mengalami luka serius hingga harus menjalani perawatan intensif di RS Mitra Medika Tanjung Mulia Medan, Minggu (21/11/2021).

Remaja berusia 15 tahun ini belakangan diketahui menetap di Jalan Alumunium, Medan Deli. Sedangkan rekannya, Rizki (15) telah diperbolehkan pulang oleh pihak medis.

Berdasarkan keterangan kerabat Hafis bernama Abdi, penyerangan terhadap keponakannya dilakukan oleh tiga orang berboncengan tarik tiga naik Vario warna Putih sekira pukul 23.00 WIB.

Lanjutnya, pihak keluarga akan membuat laporan ke polisi setelah urusan soal biaya perawatan terselesaikan. Pasalnya, biaya perawatan Hafis tidak ditanggung BPJS karena alasan bukan sakit.

Sedangkan kelurga Rizki, menurut Abdi sudah melapor ke Polrestabes Medan.

“Belum tau pasti apakah sudah dilaporkan atau belum, tapi yang pasti menurut adiknya sudah dilaporkan,” terang Abdi.

BACA JUGA..  Selalu Meresahkan Warga, Preman Dibekuk Tekab Polsek Medan Baru

Rizki telah diijinkan pulang oleh pihak rumah sakit karena luka bacok yang dideritanya tidak begitu parah.

“Rizki hanya mengalami luka bacok di lengan dengan 11 jahitan,” kata Abdi sembari menyebut, luka bacok Hafis cukup dalam sehingga harus diambil tindakan operasi.

Ditambahkannya, sesaat sebelum kejadian, Hafis dan Rizki hendak pulang ke rumah masing-masing. Namun ditengah jalan mereka bertemu dengan 3 pria dan berpura-pura menanya seseorang bernama Bastian.

Karena mengaku tidak kenal, ketiga pelaku pergi. Diluar dugaan, para pelaku kembali menghentikan Hafis dan Rizki dan kembali menanyakan nama seseorang.

Sama seperti jawaban pertama, kedua korban mengaku tidak mengenali orang yang pelaku tanyakan. Mendengar hal itu, para pelaku kembali pergi.

Namun diluar dugaan, ternyata para pelaku sengaja menunggu korban di kawasan sepi atau sekitar 300 meter dari lokasi pertemuan kedua. Dan begitu bertemu, kedua korban yang berjalan kaki langsung dibacok.

Korban kata Abdi tidak mengenal pelaku namun telah mengenali ciri-ciri pelaku lantaran sudah tiga kali bertemu dalam kejadian tersebut. Diduga para pelaku merupakan komplotan jambret.

Soalnya, beberapa menit kemudian tak jauh dari lokasi ada korban yang juga mengalami perampokan oleh ciri-ciri yang sama, yakni mengendarai sepeda motor Vario Putih.

“Ada korban lain (masih tetangga) dirampas hapenya oleh ciri-ciri pelaku yang sama yaitu mengendarai sepeda motor Vario warna putih. Dan masih tetangga juga kejadiannya selang beberapa menit, bisa jadi ada kaitannya,” kata Abdi.

Abdi menuturkan tidak ada barang milik Rizki dan Hafis yang diambil pelaku. Hal ini dikarenakan korban sempat melakukan perlawanan. Sedangkan korban lain yang dirampas handphonenya juga saat berjalan kaki.

Terpisah, rekan korban bernama Nafis (14) yang turut mendampingi ayah Hafis membuat Laporan Pengaduan (LP) ke Polres Pelabuhan Belawan mengaku sempat melihat para pelaku.

BACA JUGA..  Kejari Samosir Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Simadu

Dikatakannya, pembacokan terjadi karena korban tidak bersedia membantu mencari keberadaan Bastian (ornag yang dicari pelaku).

“Mereka nanya, kenal sama Bastian, kata orang itu. Kenal bang, kata Hafis anaknya Om Ardiansyah. Boleh bantu cariin, katanya. Karena Hafis bilang enggak tahu dimana, Hafis langsung dibacok,” ujar Nafis siswa Kelas III SMP ini.

Lantaran tidak mengetahui Bastian dimana dan menolak untuk mencari Hafis langsung dibacok di bagian punggung memakai celurit. Sedangkan Rizki dibacok di bagian lengan sebelah kiri.

Menurut Nafis, ada pun ciri-ciri pelaku pembacokan yakni berambut pirang. Ketiganya diperkirakan seusia anak- anak SMA pada umumnya.(bbs/ras)

EPAPER