POSMETROMEDAN.com-Sering nolak bersetubuh, leher Halimah Boru Rambe (58) ditebas suami pakai parang. Polisi berhasil mengungkap kasus ini setelah mayat korban ditemukan di kebun karet Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu, Rabu (17/11/2021) kemarin.
Ya, pelaku ternyata adalah suaminya sendiri berinisial AS (59). Sempat hilang misterius, pria ini akhirnya diciduk polisi di Dusun Talun, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu.
Kepada penyidik, AS mengaku tega membunuh sang istri karena kesal selalu menolak diajak bersetubuh. Penolakan tersebut menimbulkan kecurigaan jika korban selingkuh.
Selain itu, korban juga beberapa kali mengancam meninggalkan AS. Ancaman korban membuat pelaku merasa direndahkan, hingga akhirnya muncul niat membunuh sang istri.
Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikhesit menjelaskan saat kejadian korban, Halimah meninggal dunia dengan luka bacok di pundak atau pangkal leher sebelah kanan.
Dua luka bacok terbuka pada leher sebelah kiri. Dua luka bacok pada jari tangan kanan bagian luar dan satu luka bacok pada telapak tangan kanan.
Kronologis kejadiannya, pada Selasa (16/11/2021) sekitar pukul 07.00 WIB korban dan pelaku berangkat berboncengan mengendarai sepeda motor ke ladang (sekitar 5 km dari rumah).
Sesampai di ladang, AS menderes karet dan Halimah membersihkan rerumputan memakai parang. Sekitar pukul 11.00 WIB, AS meminta parang yang dipakai korban.
Tak lama, AS mendorong dada korban sampai terjatuh. Korban sempat mencoba menghalau pukulan suaminya. Namun, AS memegang tangan kiri Halimah kemudian dengan posisi menunduk langsung melayangkan bacokan ke bagian leher sebanyak 3 kali.

Halimah sempat juga menangkis bacokan dengan tangan kanannya tapi tak terbendung. Lalu, AS menunggu Halimah sampai meninggal akibat luka itu selama 10 menit.
Setelah menghembuskan nafas terakhir, tubuh Halimah ditutupi pelaku dengan potongan rumput yang berada di sekitar. Berikutnya parang dibuang ke arah bawah jurang.
“Kemudian pelaku kendarai sepeda motor pulang ke rumah dan ganti baju. Lalu keluar dan bersembunyi,” beber Parikhesit.
Diberitakan sebelumnya, terbunuhnya Halimah terungkap setelah pihak keluarga curiga korban dan suaminya tidak pulang dari ladang karet mereka hingga tengah malam.
Khawatir, pihak keluarga dibantu warga sekitar lalu melakukan pencarian ke perladangan karet. Beberapa saat menyeser areal kebun karet, jasad korban akhirnya ditemukan dengan kondisi bersimbah darah dan ditutupi rumput.
Atas temuan tersebut, pihak keluarga semakin panik. Pasalnya, suami Halimah tidak ditemukan. Sempat berpikir dan khawatir si pembunuh juga menghabisi suami Halimah, pihak keluarga segera melaporkan temuan itu kepada polisi.
Mendapat laporan telah terjadi pembunuhan, pihak kepolisian bergegas ke TKP penemuan dan melakukan identifikasi jenazah, olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Rantauprapat.
Dalam pengungkapan kasus ini, petugas meminta keterangan beberapa orang hingga fokus mencari tahu keberadaan suami korban.(bbs/ras)












