Ngaku Dimutasi Tanpa Fasilitas, Perusahaan Es Krim Dilaporkan

oleh -208 views

POSMETROMEDAN.com – Khairul Qadri (28) warga Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Medan Deli melaporkan PT Bina Cipta Rasa Sejati ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumatera Utara (Sumut).

Laporan dilayangkan karena pria ini merasa mendapatkan perlakukan tidak adil. Dimana, dia merasa menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dengan modus dimutasi ke luar daerah tanpa mendapatkan fasilitas saat hendak dimutasi ke Bireuen, Aceh.

“Awalnya saya menerima surat mutasi kerja cabang PT Bina Cipta Rasa Sejati ke Bireuen, Aceh tanggal 21 September 2021,” jelasnya, Selasa (23/11/2021).

Mendapatkan surat mutasi itu, dia menemui Manajer Operasional perusahaan bernama Yuliani untuk mempertanyakan fasilitas yang diperolehnya.

“Tanggal 25 September, saya mempertanyakan fasilitas apa saja yang diberikan perusahaan untuk saya. Hasilnya perusahaan hanya menyediakan untuk karyawan saja, sedangkan keluarga tidak ditanggung,” ujarnya.

BACA JUGA..  Polsek Pancurbatu Amankan Pelaku Curanmor

Kebijakan perusahaan itu, lanjutnya, tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

“Saya kan punya istri dan anak, masa tidak ditanggung. Kalau memang ada ditanggung perusahaan dengan menyediakan fasilitas yang layak, saya siap dan langsung berangkat hari ini juga,” ungkap Khairul.

“Tapi ini tidak, perusahaan mengaku tidak sanggup, hanya menyediakan mess untuk karyawan saja,” sambungnya.

Belum adanya kesepakatan dari perusahaan, dia mencoba untuk masuk kerja seperti biasanya. Namun, saat absensi (finger print) selama seminggu tidak ada lagi namanya sebagai karyawan.

“Saya tanyakan sama Bu Yuli itu, katanya absen saya sudah dipindahkan sesuai surat mutasi di Bireuen, Aceh. Terus saya bilang, kan belum ada kesepakatan,” sebutnya.

BACA JUGA..  Kabur Saat Pengembangan, Pelaku Jambret Didor

Perusahaan distributor es krim Walls yang berada di Jalan Pulau Kangean, Kim 1, No.1, Mabar Medan Deli ini tetap tidak menyediakan fasilitas tempat tinggal yang layak bagi karyawan dimutasi ke luar daerah.

“Dalam surat, saya dimutasi mulai kerja tanggal 27 September tapi karena belum ada kesepakatan, jadi saya gak setuju. Tiba-tiba dapat surat panggilan pertama dan kedua dari Manajer Operasional di Bireuen, Aceh,” tutur Khairul.

“Lalu ada surat yang harus saya tanda tangani yang bahasanya dianggap telah mengundurkan diri,” lanjutnya.

Kepala Disnaker Sumut, Baharuddin Siagian membenarkan adanya laporan karyawan distributor es krim yang sedang ditangani.

BACA JUGA..  Ancam Driver Ojol, Preman Lapangan Merdeka Diringkus

“Sudah ada anjuran dari Disnaker,” singkat Baharuddin.

Sementara itu, Kuasa hukum PT Bina Cipta Rasa Sejati, Syafrinaf Tanjung mengatakan pihak perusahaan sudah menawarkan kompensasi 4 bulan gaji sebagai bentuk tali asih atau dana pisah.

“Sebenarnya karyawan (Khairul) ini dipindah tugas ke Aceh tapi gak mau masuk-masuk kerja lagi, nggak tau apa alasannya. Jadi kita surati sampai tiga kali. Nggak ada kita pecat,” kata Syafrinaf.

“Makanya kita sudah menawarkan untuk pembayaran 4 bulan gaji, itu sebenarnya sudah berlebih pun dari Undang-undang ketenagakerjaan. Tapi belum putus dari hasil mediasinya,” tutupnya.(bsc)

 

EPAPER