Senpi Perampok Toko Emas Simpang Limun Dibeli dari Aceh

oleh -145 views

POSMETROMEDAN.com – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan tiga pucuk senjata api yang digunakan perampokan dua toko emas di Pasar Simpang Limun dibeli dari Aceh.

“Senjata api tersebut diduga bekas peninggalan peristiwa masa lalu di Aceh,” ujar Panca di Mapoldasu, saat memaparkan kasus perampokan tersebut.

Ia menjelaskan, ketiga pucuk senjata api (laras panjang, pistol, dan revolver) adalah milik pelaku bernama Hendrik (tewas). Senjata laras panjang dan pistol tersebut dipinjamkan kepada pelaku F, P, dan PG selaku eksekutor.

BACA JUGA..  Anggota TNI AU Bonyok Dikeroyok di Klambir V, 5 Orang Diamankan

“Sedangkan senjata revolver yang ada pada Hendrik, tidak ikut digunakan untuk merampok,” ujarnya.

Sebelum menjalankan aksi, Hendrik selaku otak pelaku menjanjikan imbalan sebesar Rp100 juta bagi para eksekutor. Dengan catatan, pembayaran upah tersebut dilakukan jika emas hasil rampokan terjual.

“Kami direkrut dan dijanjikan upah Rp100 juta,” kata salah satu pelaku perampokan Bejo alias Prayogi.

BACA JUGA..  Mertua Perkosa Menantu Yang Tengah Tertidur Pulas

Bejo mengaku mereka telah menerima uang senilai Rp4 juta dari Hendrik usai perampokan itu.

Hendrik pun berjanji akan memberikan uang senilai Rp100 juta itu setelah berhasil menjual emas hasil rampokan mereka.

“Setelah kami ambil, dia (Hendrik) yang membawa emas itu. Katanya mau dijual. Kalau sudah laku, baru kami di bayar,” ucapnya.

BACA JUGA..  Polres Taput Selidiki Penyebab Kematian Tahanan Kasus Narkoba di Dalam Sel

Kembali kepada Kapoldasu. Panca menegaskan emas hasil perampokan belum sempat dijual Hendrik. Emas itu disimpan Hendrik di rumah orangtuanya kawasan Kabupaten Dairi.

“Total ada 6,8 kg emas dalam bentuk perhiasan. Nilainya sekitar Rp6,5 miliar,” ucapnya.(bbs/ras)

EPAPER