Salamat Sianipar Pasien Positif Corona yang Viral Dipukuli di Tobasa, Meninggal Dunia

oleh -136 views

POSMETROMEDAN.com – Salamat Sianipar pasien positif virus Corona atau COVID-19 di Toba, Sumatera Utara (Sumut), yang viral karena disebut dianiaya warga, meninggal dunia saat dirawat di RSUP Adam Malik Medan.

“Iya betul (meninggal), semalam jam 16.30 WIB,” kata Kasubbag Humas RSUP Adam Malik Medan, Rosario Dorothy, kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Rosa mengatakan Salamat dirawat di RS Adam Malik sebagai pasien positif Corona. Setelah meninggal, proses yang dilakukan kepada jenazah Salamat juga dilakukan sesuai protokol kesehatan virus Corona.

“Pemulasaraan juga sesuai prokes COVID,” ucap Rosa.

Setelah dilakukan penanganan di Adam Malik, jenazah Salamat dibawa pulang ke Kabupaten Toba untuk dimakamkan. “Dibawa pulang ke Toba,” jelasnya.

BACA JUGA..  Kapolda Sumut Bawa 30 Ribu Vaksin ke Nias Selatan

Sebelumnya, video Salamat Sianipar yang disebut dianiaya warga karena positif Corona viral. Namun, istri Salamat menjelaskan hal itu dilakukan warga untuk mengamankan Salamat yang lari saat isolasi mandiri.

“Karena mencoba menularkan virus COVID-19 kepada keluarga dan warga, suamiku itu pun terpaksa diamankan,” kata istri Salamat, Risma, Minggu (25/7).

Risma mengatakan suaminya saat itu sedang menjalani isolasi mandiri di lokasi yang disiapkan pemerintah desa. Namun suaminya itu berulang kali pulang ke rumah.

BACA JUGA..  27 Paket Proyek di ULP Kota Medan Ditender Ulang, Burhanuddin: Jangan Timbulkan Kesan Bagi bagi Kue

“Pada Kamis (22/7), sekira pukul 17.00 WIB, suami ku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya mencoba menyentuh warga yang berada di dekat dengan berteriak dirinya tidak terpapar COVID-19,” katanya

Karena hal itu, kata Risma, warga pun mencoba mengamankan suaminya. Untuk menjaga jarak, warga menggunakan kayu hingga bambu.

“Ternyata perbuatannya itu membuat warga desa marah sehingga dengan menggunakan kayu serta bambu mencoba mengamankannya karena takut tertular COVID-19. Namun aksi warga untuk mengamankan Salamat Sianipar gagal dan suami ku itu berhasil kabur ke hutan,” ujar Risma.

BACA JUGA..  Kejar Herd Immunity, Kapoldasu Salurkan 500 Dosis Vaksin di Pulau Tello Nisel

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi juga mengatakan narasi viral tersebut tak benar. Dia menyebut Salamat saat itu diamankan warga agar mau diisolasi.

“Dikatakan ada yang menganiaya rakyat yang sedang sakit COVID, salah besar. Setelah saya cek, saya telepon, tidak demikian. Orang itu yang kena COVID, tidak mau diisolasi. Untuk itu digiring untuk diisolasi,” jelas Edy di rumah dinas jabatan Gubsu, Kota Medan, Sumut Selasa (27/7). (bbs/red)

EPAPER