Jelang Paripurna, Dua Anggota DPRD Karo Saling Bentak dan Hampir Adu Jotos

oleh -946 views

POSMETROMEDAN.com – Dua oknum anggota DPRD Karo, Edi Ulina Ginting dan Mardi Barus yang keduanya berasal dari Partai Perindo nyaris baku hantam di depan ruang paripurna. Aksi memalukan itu terjadi sebelum dimulainya Sidang Paripurna dengan agenda pembahasan atas tiga rancangan peraturan daerah Kabupaten Karo, Kamis (19/8).

Kejadian yang mencoreng lembaga wakil rakyat tersebut menghebohkan suasana gedung DPRD Karo. Membuat seisi gedung menjadi riuh bagaikan pasar ikan. Baik anggota dewan dan eksekutif (pihak pemerintah Karo) sama-sama mencari suara yang saling membentak, antara EG dari Fraksi Keadilan dengan MB dari Fraksi Persatuan.

Melihat dan mendengar kejadian tersebut,  Ketua DPRD Iriani Br Tarigan bersama anggota lainnya dengan sigap berusaha melerai perkelahian yang belum diketahui apa persoalan yang diributkan.

BACA JUGA..  Masyarakat Puncak 2000 Siosar Surati Menteri LHK, Meminta PT BUK Tidak Diberi Izin Kelola Hutan

Setelah berhasil dilerai, kedua oknum DPRD itu dibawa ke ruangan Ketua dan  Wakil Ketua.

Selanjutnya, Ketua DPRD Karo didampingi para Wakil Ketua Sadarta Bukit dan David Kristian Sitepu, membuka sidang paripurna yang dihadiri Bupati Cory S Sebayang dan Wakil Bupati Theopilus Ginting.

Ketua Badan Kehormatan Dewan, (BKD) DPRD Karo, M Rafi Ginting,SE kepada wartawan, seusai sidang paripurna mengatakan, bahwa penyebab keributan kedua oknum anggota dewan tersebut.

“Saat ini lembaga Dewan sedang membahas tiga Ranperda. Jadi untuk membahas tiga ranperda tersebut maka dibentuklah pansus (panitia khusus). Dan untuk ketiga pansus tersebut maka fraksi-fraksi mengirimkan anggotanya. Fraksi Gabungan ada empat orang sementara pansus hanya tiga. Maka tersisa satu orang terjadilah tarik ulur, siapa yang dikirim ke ketiga pansus tersebut sehingga terjadilah insiden adu mulut tersebut,” kata M Rafi Ginting.

BACA JUGA..  Alumni AKABRI 1998 Gelar Vaksinasi dan Bakti Sosial Nusantara di Sumut

“Benar, memang tadi ada sedikit insiden antara dua oknum anggota dewan menjelang sidang paripurna tersebut dan masalahnya hanya permasalahan pengiriman anggota fraksi gabungan ke tiga pansus tersebut, ” tambah Rafi Ginting politikus dari partai PAN itu.

Lebih lanjut katakan Rafi Ginting, akibat insiden ini, BKD telah memanggil kedua oknum anggota dewan tersebut beserta ketua Fraksinya dan masalah ini telah diselesaikan dengan baik.

BACA JUGA..  Jawaban Walikota Terkait Penyertaan Modal Dinilai Normatif, Anggota DPRD Kesal 

Ketika wartawan bertanya, ada yang terluka akibat insiden itu, apakah kedua oknum anggota dewan itu tidak mengadu ke pihak yang berwajib serta apa sanksi kode etik yang akan diterima keduanya, M Rafi Ginting mengatakan tidak ada yang terluka.

“Hanya adu mulut dengan nada besar saja, serta kedua belah pihak sepakat tidak mengadu ke pihak yang berwajib. Sementara sanksi kode etik, BKD akan memanggil kedua oknum serta menyerahknya ke ketua fraksi dan ketua partainya untuk di selesaikan,” jelas M Rafi Ginting. (edi/mrk)

EPAPER