Formasi Sambangi Polres Sibolga, Minta Dugaan Kasus Ketua STPS Diusut Tuntas

oleh -122 views
Forum Masyarakat Anti Korupsi (FORMASI)  bersama Kapolres usai penyampaian aksi dukungan. (Aris Barasa)

POSMETROMEDAN.com – Forum Masyarakat Anti Korupsi (FORMASI), menggelar aksi dukungan ke Polres Sibolga, agar mengusut tuntas dugaan kasus penyalahgunaan beasiswa Bidik Misi oleh Ketua STPS, Lucien Pahala Sitanggang, Senin (2/8/2021).

Penyampain aksi dukungan rencananya dilakukan dihadapan Mapolres Sibolga. Karna situasi PPKM, dukungan itu disampaikan langsung dihadapan Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja didampingi Kasat Intel AKP Agus Adiatno, di ruang tunggu Mapolres Sibolga.

“Meminta Kepada pihak penyidik Polres Sibolga, agar segera memanggil saksi-saksi secara berimbang. Diantaranya, saksi dari pihak pelapor 4 orang mahasiswa bidik misi yang merasa dirugikan. Saksi dari pihak terlapor, yang tidak merasa dirugikan, karena mahasiswa bidik misi di STPS bukan hanya empat orang saja, tapi ada lebih dari 30 orang,”harap Kordinator Aksi, M Yusuf Damanik didampingi penanggung jawab Aksi Ronal Pakpahan dalam materi unjuk rasanya.

BACA JUGA..  Polsek Medan Kota Berhasil Temukan Anak Hilang

Dalam memperkuat bukti-bukti dugaan penyelewengan itu, M Yusuf juga meminta kepada pihak kepolisian agar memeriksa rekaman CCTV di ATM BRI, siapa oknum yang menarik uang mahasiswa. Karena diketahui, buku tabungan, ATM dan pin diserahkan langsung ke pihak kampus.

“Agar sesegera mungkin mengamankan rekaman CCTV pada ATM BRI. Informasi yang kami peroleh pencairan itu dilakukan melalui mesin ATM,” harap Yusuf.

Ia juga mengaku akan mendatangi langsung pihak pelapor dan orang tua pelapor Januar Siregar, yang diberhentikan sebagai dosen karna mempertanyakan penyaluran beasiswa bidik misi khususnya untuk biaya hidup sebesar Rp4,2 juta yang diterima setiap akhir semester.

“Karna kasus ini sudah menjadi konsumsi publik, maka kami juga akan segera meminta keterangan secara langsung kepada pihak pelapor, agar tidak terjadi berbagai tafsiran ditengah-tengah masyarakat,” tegas Yusuf.

BACA JUGA..  Kapolda Sumut Bawa 30 Ribu Vaksin ke Nias Selatan

Dihadapan Kordinator Aksi dari Formasi, Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja mengaku, pada dugaan kasus Ketua STPS, pihaknya serius dalam menangani kasus itu.

“Sesuai laporan kasusnya 372 dan 378. Dilaporkan oleh salah seorang mahasiwa. Bagaimana kasusnya? Sekarang masi dalam proses penyidikan,” terang Taryono.

Mantan Kasubdit 3 Dirkrimum Polda Sumut itu menerangkan, jika ditemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan lanjutan.

“Untuk kasus korupsinya saat ini belum, tapi jika terjadi, kita akan kembali melakukan proses penyelidikan,” ujar Kapolres.

Dalam mendalami kasus Bidik Misi STP Sibolga, lanjut Kapolres, perlu kordinasi ke pihak LLDIKTI sebagai lembaga penyalur beasiswa bidik misi ke Perguruan Tinggi (PT) Swasta.

BACA JUGA..  Bupati Nas Selatan Ucapkan Terima Kasih ke Kapolda Sumut

“Kita akan pertanyakan langsung ke DIKTI, seperti apa mekanisme penyaluran dan pemanfaatannya. Agar DIKTI melakukan audit apakah sudah betul penyaluran yang dilakukan kampus tersebut. Jika muncul kerugian negara, pihak kampus harus mengembalikan uang negara,”ungkapnya.

Kapolres dalam kesempatan itu juga berharap jika ada pihak-pihak (mahasiswa) merasa dirugikan dan tidak pernah menerima dana bidik misi khusus biaya hidup, ia meminta agar membuat laporan ke pihak kepolisian.

“Jika paham mekanismenya, dan merasa tidak perna menerima dana bidik misi khusus uang saku, silahkan melapor. Kemarin baru ada melapor satu orang, sudah mendapat pengembalian. Berarti ada 39 orang lagi, silahkan melapor,” tegas Kapolres.(ris)

EPAPER