Dendam Dilaporkan Nyabu, Pegawai Bakar Rumah Kalapas

oleh -125 views

POSMETROMEDAN.com – Dendam dipolisikan, seorang pegawai Lapas Klas III Kota Pinang mengotaki pembakaran rumah dinas Kalapas, Edison Tampubolon. Beruntung, korban selamat meski sempat terjebak kobaran api.

Polres Labuhanbatu berhasil menguak kasus ini setelah memeriksa CCTV dan saksi-saksi. Ini disampaikan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, dalam keterangan persnya kemarin.

Dijelaskan, rumah dinas Edison di Jalan Prof HM Yamin, Kecamatan Kota Pinang, Labuhanbatu, terbakar pada Sabtu (19/6/2021) lalu sekira pukul 01.00 WIB. Usut punya usut, ternyata kebakaran itu karena disengaja.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengamankan enam orang tersangka pelaku. Seorang diantaranya adalah Ilman Syarif, yang tak lain adalah anak buah korban, sekaligus otak pembakaran.

BACA JUGA..  Judi Tembak Ikan Hitam Putih Dibandari Akun

“Ada enam tersangka yang diamankan. Di antaranya para tersangka residivis kasus pencurian bernama Anda Warsita, lalu residivis kasus pencurian Erwin Hasibuan,” kata Deni.

Keduanya berperan melempar bom molotov ke rumah korban. Selanjutnya, ada tiga narapidana yang terlibat. Mereka adalah Raja Agus Salim, Suwondo, dan Yusyadi.

Ketiganya berperan merencanakan pembakaran dan merekrut tersangka Anda dan Erwin. Namun otak pelaku dalam kasus ini adalah Ilman Syarif, pegawai Lapas Kota Pinang.

BACA JUGA..  Judi Tembak Ikan Hitam Putih Kuasai Kota Medan

Ilman punya dendam dengan atasannya itu. Sebab, korban sempat melaporkan Ilman ke Polsek Kota Pinang atas kasus dugaan menggunakan sabu di dalam Lapas.

Deni menjelaskan, tersangka telah ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan. Tersangka Anda diciduk di Desa Aek Batu, Labuhan Batu pada Sabtu (26/7/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pengembangan terus dilakukan hingga akhirnya tersangka Erwin ditangkap di Kecamatan Kampar, Kabupaten Rokan Hulu pada Rabu (30/7/2021).

Namun saat proses penangkapan dia melawan petugas sehingga kakinya terpaksa ditembak. “Petugas melakukan tindakan tegas terukur kepada Erwin,” sebutnya.

Saat diintrogasi Anda dan Erwin mengaku disuruh Agus, Yusyadi dan Suwondo. Lalu pada Sabtu (3/7/2021) polisi memeriksa ketiganya. Dari situ diketahui otak pelakunya Ilman dan lalu melakukan penangkapan.

BACA JUGA..  Gelapkan Sepedamotor dan HP, Ikbal Dijebloskan ke Polsek Beringin

“Adapun upah tersangka Anda dalam melakukan pembakaran Rp300 ribu sedangkan Erwin mendapat upah sebesar Rp1,2 juta,” ujar Deni.

Atas perbuatannya mereka dikenakan Pasal 187 ayat 1 dan ayat 2 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman mencapai 15 tahun.

Masih kata Deni, saat kejadian korban sedang tidur dan sempat terjebak oleh kobaran api si jago merah. Beruntung nyawanya tertolong.(tbn/ras)

EPAPER