Oknum PNS Labuhanbatu Terancam Hukuman Mati

oleh -77 views

POSMETROMEDAN.com – Lydia Agustika alias Lidia (36), oknum ASN BPBD Kabupaten Labuhanbatu dan rekan prianya Khairuddin Aman Siregar (47) diadili di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan terkait kasus perantara jual-beli sabu seberat 5 kilogram, Jumat (4/6/2021).

Sidang yang digelar secara video conference tersebut, keduanya didakwa JPU Maria FR Tarigan melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

BACA JUGA..  Penanganan Wilayah Bencana dan Pelayanan Warga Berkebutuhan Khusus Harus Maksimal

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria FR Tarigan menguraikan dalam dakwaannya, berawal dua petugas Ditresnarkoba Polda Sumut menerima informasi tentang adanya peredaran sabu di daerah Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel).

“Sesuai informasi saksi-saksi melihat ciri-ciri kendaraan yang digunakan para tersangka yaitu mobil Honda CRV warna hitam No.Pol : BK 160 LI,” ujarnya dihadapan majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara.

BACA JUGA..  Dua Eks Petinggi PPP Divonis 4 Tahun 6 Bulan Bui

Lanjut dikatakan JPU, pada tanggal 9 Januari 2021 kedua petugas tersebut menghentikan mobil yang dikendarai kedua terdakwa, dipinggir Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Kotapinang, Labusel. Petugas kemudian menangkap kedua terdakwa, dan melakukan pemeriksaan terhadap mobil terdakwa.

Dari pemeriksaan itu, petugas menemukan satu tas ransel warna hitam, yang didalamnya ditemukan 5 bungkus plastik kemasan teh cina warna hijau, berisikan sabu seberat 5.000 gram. Dari hasil introgasi, kedua terdakwa mengakui jika barang haram tersebut milik Irman Pasaribu alias Roy alias Man Batak, yang berhasil melarikan diri.

BACA JUGA..  Mayat Pria 40 Tahun Ditemukan di Sawah Pantai Labu

“Selanjutnya pada 2 Februari 2021, setelah melakukan pencarian terhadap Man Batak, petugas berhasil menangkap Man Batak pada saat sedang sarapan dipinggir Jalan Perdagangan Bagan Siapi-api Kabupaten Rokan Hilir lalu,” pungkas JPU Maria F Tarigan.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara menunda persidangan pekan depan dengan agenda keterangan saksi. (bbs/gib)

EPAPER