POSMETROMEDAN.com – Selamat datang di Sipirok sebagai Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Tempat Penampungan Akhir (TPA) Sipirok, Kabupaten Tapsel, terkesan kurang diurus, kurang pengelolaan dan terlantar.
Begitulah ungkapan Robin Marpaung (55) salah seorang pengguna jalan, saat melintas di ruas Jalinsum Sipirok-Tarutung, saat tiba di lokasi TPA Sipirok, yang berada di Desa Marsada, Kamis (24/6).
“Begitu besarnya anggaran membangun TPA itu. Tetapi, masih dibiarkan begitu saja. Dinas yang menangani, apa saja kerjanya? Masalah sampah masih belum ditangani padahal sudah berdiri YPA yang megah,” ungkap pengendara yang mengaku kecewa dengan pemandangan itu.
Hal serupa juga disampaikan Maludin (52). Menurutnya, sejak berdiri dan diresmikan, TPA tersebut terkesan tak difungsikan sebagaimana harapan. Sebab, setiap melintas diwilayah itu, mereka dan pengguna jalan lainnya akan disuguhi pemandangan sampah berserakan dan aroma busuk dari tumpukan sampah.
“Bahan dipinggir jalan juga masih sering kelihatan sampah menumpuk,” ucapnya.
Amatan wartawan, dihalaman dan jalan masuk menuju timbangan dan lokasi pembuangan dipenuhi sampah berserakan. Pintu pagar terbuka.Tapi tak ada kelihatan petugas saat awak koran itu mengabadikan foto.
Dan, informasi yang diterima dari warga sekitar menyebut, petugas biasanya ada dua orang. Begitupun, menurut amatan warga petugas itu jam kerjanya terkesan sesuka hati dan kadang tak kelihatan dilokasi.
Kadis Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tapsel Sahrir belum berhasil dimintai keterangan terkait, kondisi kesan terlantas dari fasilitas TPA Sipirok, yang diketahui dibangun dengan dana cujup pantastic, sekitar 12 milliar tersebut. (ran)












