Pemko Tebingtinggi Target 29.499 Orang Divaksinasi

oleh -65 views

POSMETROMEDAN.com-Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi sudah memulai program vaksinasi sejak Februari 2021. Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi dr. Henny Sri Hartati mengatakan Pemko Tebing Tinggi  menargetkan jumlah yang divaksin sebanyak 29.499 orang.

“Sampai hari ini yang sudah terealisasi sekitar 4.700-an orang,” ujar dr Henny saat ditemui di Balai Kota Tebingtinggi, Rabu (24/5/2021).

Pemerintah Pusat melalui Kemenkes memberikan jatah vaksin secara bertahap dan Pemko Tebingtinggi sudah menyampaikan kebutuhan vaksinasi untuk seluruh warga dan masyarkat.

“Pendistribusian vaksin saat ini tidak lagi melalui provinsi, sekarang Bio Farma langsung yang mendistribusikan ke Dinas Kesehatan tiap-tiap daerah sesuai dengan arahan Kemenkes,” tutur dr Henny.

BACA JUGA..  Pokok Pikiran Anggota Dewan Diharapkan Jadi Prioritas Pembangunan

“Dan Wali Kota Tebingtinggi sudah meminta langsung ke Kemenkes terkait kebutuhan vaksin di Kota Tebingtinggi jadi kita masih terus menunggu arahan dari Kemenkes,” sambungnya.

Vaksin Sinovac saat ini menggunakan kemasan multidosis (vial). Vaksin yang tersedia di Kota Tebingtinggi saat ini sebanyak 220 vial yang per vial nya untuk 10 dosis, sehingga 220 vial sama dengan 2200 dosis yang diperuntukkan lansia dan guru.

“Ini (lansia dan guru) yang menentukan Kemenkes, kita tidak bisa memberikan jatah vaksin ini kepada orang lain, harus sesuai dengan arahan mereka (Kemenkes),” sebut dr Henny.

BACA JUGA..  49 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Tebingtinggi, Ini Sebarannya

“Jika vaksin ini kita berikan kepada selain lansia dan guru maka kita tidak bisa meminta vaksin lagi karena sudah tidak sesuai dengan yang didistribusikan mereka,” sambungnya.

Terkait peruntukan masyarakat umum, dr henny memperkirakan bulan Juli 2021 akan terealisasi. Tetapi semua ini tergantung dari arahan Kemenkes selaku penanggung jawab pengelolaan vaksinasi di Indoensia.

“Yang pastinya terkait vaksinasi, sudah diatur di dalam Permenkes No. 10 Tahun 2021, disini dijelaskan tentang Vaksinasi Gotong Royong yang diperuntukkan kepada karyawan/wati, keluarga dan individu yang terkait dalam keluarga yang pendanaannya ditanggung oleh Perusahaan/Badan Usaha. Tetapi regulasi detail masih dalam kajian,” jelasnya.

BACA JUGA..  Ikut Rakor Dengan KPK RI, Bupati Langkat Terus Upayakan Cegah Korupsi

Dalam vaksinasi juga dikenal dengan istilah KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau dapat diartikan sebagai efek buruk yang ditimbulkan setelah vaksinasi.

“Sampai saat ini Insya Allah di Tebingtinggi belum ada (KIPI). Jika KIPI terjadi, masyarakat dapat melaporkan ke RSKP untuk diobeservasi. Selanjutnya akan dirujuk ke RS Adam Malik Medan selaku Pusat Rujukan KIPI dan terkait biaya perawatan semua ditanggung Pemerintah,” pungkasnya.(mag-1)

EPAPER