Keji! Perawat Cantik Disiram Bensin lalu Dibakar di Klinik

oleh -726 views
Eva Sofiana Wijayanti

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Tindakan keji dialami seorang perawat cantik saat istirahat di klinik. Wanita berusia 35 tahun itu disiram bensin lalu dibakar. Pelakunya pria berjaket hitam dan bermasker.

Kejadian ini dibenarkan Kapolsek Kalipare, AKP Soleh Mas’udi. Disebutkan, korban bernama Eva Sofiana Wijayanti. Penduduk Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, tersebut dibakar pada Senin (3/5/2021) kemarin.

Hingga berita diturunkan, perawat Klinik Bunga Husada Kalipare itu masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen, Malang.

BACA JUGA..  Lebaran Seru Tanpa Mudik Bersama bank bjb, Tingkatkan Kewaspadaan & Jaga Proke

Sholeh menjelaskan peristiwa nahas itu mulanya terjadi ketika korban tengah beristirahat di klinik tempatnya bekerja. Korban diketahui masuk kerja shift pagi.

Tak lama, tiba-tiba datang seorang pria mengendarai Honda Beat merah. Tanpa melepas helm, pelaku langsung masuk ke dalam klinik dan menuju ruang istirahat korban.

Setibanya bertemu korban, pelaku menyiramkankan bensin ke bagian wajah dan tubuh korban. Berikutnya pelaku menyulutkan korek ke arah tubuh korban lalu lari terbirit-birit meninggalkan lokasi.

BACA JUGA..  Publik Puas dengan Kinerja Kang Emil Tangani Pandemi Covid-19

Saat itu, hanya ada satu saksi saat itu di klinik tersebut. Saksi kemudian berhasil memadamkan api dengan air korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wava Husada.

“Doakan pelakunya segera tertangkap. Kami bersama jajaran Polres Malang akan terus menyelidiki kasus ini,” kata Sholeh sembari menyebut jika luka bakar yang dialami Eva mencapai 60 persen.

Terpisah, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menambahkan kini jajarannya sedang bekerja untuk mengungkap tabir di balik kasus penyiraman cairan mudah terbakar itu.

BACA JUGA..  KABAR DUKA: Birgaldo Sinaga Meninggal Dunia, Ini Sebabnya

“Dalam waktu 1 atau 2 hari ini akan kami ungkap pelakunya. Sekitar 3 sampai 4 orang saksi yang sudah kami periksa. Orang-orang terdekat korban juga sudah kami periksa,” tegasnya.

Terkait petunjuk-petunjuk yang menyelimuti kasus ini, Hendri belum dapat menjelaskan secara gampang. Ada dugaan yang mengarah jika pelaku lebih dari satu orang.(*)

 

 

EPAPER