Dugaan Utang Piutang, Hakim Vonis Bebas Terdakwa

oleh -70 views

POSMETROMEDAN.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan memvonis bebas terdakwa Novalia Rudiyani atas perkara kasus utang piutang senilai Rp30 juta,yang dilaporkan Santi Julianti. Putusan bebas itu disampaikan ketua majelis hakim Immanuel Tarigan di ruang cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (25/5/2021).

“Mengadili, satu, menyatakan bahwa terdakwa Novalia Rudyana tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pidana. Sebagaimana didakwakan dalam dakwaan pertama dan kedua penuntut umum. Kedua, membebaskan terdakwa Novalia Rudyana oleh karena itu dari seluruh dakwaan penuntut umum tersebut,” vonis ketua majelis hakim Immanuel Tarigan.

BACA JUGA..  Polres Batubara Bubarkan Pengunjung Karaoke 

Dalam pertimbangannya, majelis hakim berpendapat bahwa berdasarkan hasil rekap rekening koran keduanya, tidak terbukti ditemukan adanya utang terdakwa kepada saksi korban Santi Julianti. Hal itu sebagaimana dakwaan pertama dan kedua penuntut umum.

Atas vonis yang dibacakan ketua majelis hakim tersebut, Jaksa Penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengganti, Emmy Khairani Siregar menuntut terdakwa Novalia Rudiyani dengan hukuman selama dua tahun penjara.

“Menuntut, meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Novalia Rudiyani dua tahun penjara,” ujar JPU di Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri Medan, Selasa (30/3/2021) lalu.

BACA JUGA..  Mabes Polri Cek Disiplin dan Kepatuhan Personel Jajaran Polda Sumut

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dalam dakwaan JPU Elisabeth Berliana menyebutkan bahwa pada Maret 2017, terdakwa Novalia Rudiyani meminjam uang kepada Santi Julianti sebesar Rp5.000.000,- dengan alasan untuk membayar utang.

Sebagai teman, Santi menolongnya dan mentransfer uang Rp5.000.000, ke rekening BCA. Terdakwa berjanji akan mengembalikan uang pinjaman tersebut pada April 2017.

“Sebelum pinjaman pertama dikembalikan, pada Mei 2017, terdakwa kembali meminjam uang kepada Santi Rp4.000.000, dengan alasan untuk membuka bazaar namun tidak memiliki modal. Kali ini, terdakwa berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada Juni 2017, sampai bazzar selesai,” ujar JPU. Santi kembali mentransfer uang ke terdakwa. Lalu terdakwa terus menerus meminjam uang kepada Santi dengan alasan berbeda-beda.

BACA JUGA..  Kapolri Tegur Kapolda dan Kapolres yang Belum Bertindak

Dengan rincian yakni pada Juli 2017 Rp3.000.000, Agustus 2017 Rp5.000.000, November 2017 Rp4.500.000, Januari 2018 Rp1.750.000, Februari 2018 Rp350.000, April 2018 Rp4.000.000 dan April 2018 Rp2.000.000.

“Ketika Santi menagih uang pinjaman tersebut, terdakwa tidak mengembalikannya. Sehingga perbuatan terdakwa dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Akibat perbuatan terdakwa, Santi mengalami kerugian lebih kurang Rp30.000.000,” tandas Elisabeth. (kk/gib)

EPAPER