Penggeledahan di Tj.Balai Terkait Jual Beli Jabatan, Penyidik KPK Ketahuan Peras Walkot Rp 1,5 M

oleh -225 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Ada cerita menarik dibalik kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai. Memanfaatkan ketakutan pejabat, seorang penyidik KPK ketahuan memeras Wali Kota, M Syahrial sebesar Rp 1,5 Miliar.

Permintaan dimaksudkan agar Lembaga Antikorupsi berhenti menyidik kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjung Balai pada 2019.

Terkait penangkapan AKP SR diungkap Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo melalui keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

“Propam Polri bersama KPK mengamankan penyidik KPK AKP SR pada hari Selasa (20/4/2021) kemarin,” ujar Sambo.

BACA JUGA..  3 Hari Jelang Lebaran, THR & Dana Sertifikasi Guru Sumut Belum Cair

Sebelumnya, memastikan tetap melanjutkan proses hukum terhadap penyidik yang berasal dari Polri itu.

“Terkait penyidik kepolisian yang bertugas di KPK diduga melakukan pemerasan terhadap Wali Kota Tanjungbalai, perlu kami sampaikan bahwa kami memastikan memegang prinsip zero tolerance,” ucap Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

“KPK tidak akan menolerir penyimpangan dan memastikan akan menindak pelaku korupsi tanpa pandang bulu,” imbuhnya.

KPK tengah membuka penyidikan baru kasus dugaan penerimaan hadiah terkait mutasi jabatan di Tanjungbalai.

BACA JUGA..  Operasi Ketupat Toba 2021, Dit Resnarkoba Poldasu dan Jajaran Tes Urine Pengemudi

Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri menyebut pihaknya telah menetapkan tersangka dalam kasus itu.

“Benar, setelah menemukan dua bukti permulaan yang cukup maka saat ini KPK sedang melakukan penyidikan dugaan TPK terkait penerimaan hadiah atau janji terkait lelang/mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai tahun 2019,” ujar Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Ali menjelaskan, mengenai uraian dan para pihak yang telah KPK tetapkan sebagai tersangka belum dapat dinformasikan kepada masyarakat.

BACA JUGA..  2 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditangkap, Pelaku Sudah Dipantau

“Tim Penyidik KPK masih akan terus melakukan pengumpulan alat bukti untuk melengkapi berkas perkara,” katanya.

Selain itu, KPK memastikan pada waktunya akan menyampaikan kepada masyarakat mengenai konstruksi perkara dan alat bukti.

Kemudian juga menjelaskan siapa pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka beserta pasal sangkaannya.

“Namun kami (KPK) tetap berkomitmen sebagai bentuk keterbukaan informasi, kami akan selalu menyampaikan perkembangan penanganan perkara ini kepada masyarakat,” kata Ali.(bbs/ras)

EPAPER