KPK Geledah Rumah Wali Kota Tanjungbalai

oleh -1.310 views
Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Kabar mengejutkan hadir dari Tanjungbalai. Wali Kota Syahrial dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (20/4/2021) subuh.

OTT itu diduga dilakukan di rumah dinasnya yang berada di Jalan Sriwijaya, Keluarahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar sekira pukul 05.00 WIB.

Dan buntut dari kabar OTT tersebut, KPK menggeledah rumah Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, Selasa (20/4/2021) pagi.

Sejumlah petugas KPK terlihat mendatangi rumah pribadi Syahrial di Jalan Cendrawasih, Kota Tanjungbalai.

Selain itu, petugas kepolisian tampak berjaga di lokasi untuk mengawal proses pemeriksaan.

Tak hanya itu, sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Tanjungbalai juga terlihat mendatangi rumah tersebut.

Namun demikian, tidak ada satupun yang bersedia memberikan keterangan terkait dugaan OTT tersebut, termasuk Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Ali Fikri belum mau bicara banyak. Pun begitu dia tidak menampik keberadaan petugas KPK di lokasi.

Namun, dia mengakui belum bisa menegaskan soal Syahril yang di-OTT.

“Info yang kami terima tidak ada (OTT Wali Kota Tanjungbalai). Namun demikian, benar ada kegiatan tim KPK di sana dalam rangka pengumpulan bukti,” jelasnya via WhatsApp, Selasa (20/4/2021) sore.

BACA JUGA..  Operasi Ketupat Toba 2021, Dit Resnarkoba Poldasu dan Jajaran Tes Urine Pengemudi

Fikri juga belum bisa membeber kasus detailnya seperti apa yang membuat petugas KPK menggeledah rumah wali kota Tanjungbalai.

“Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Tanjungbalai, Walman Riadi P Girsang membenarkan sejumlah petugas KPK tengah melakukan penggeledahan di rumah dinas wali kota.

Walman mengatakan penggeledahan memang sudah dilakukan sejak pagi, namun dirinya tidak mengetahui apapun soal itu.

“Iya (penggeledahan) lagi di sini lah. Cuma dalam perihal apa, ada apa, belum dapat informasi saya,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, hingga Selasa siang, Syahril masih berada di rumah pribadinya.

“Di rumah, di rumah pribadi dia (wali kota),” ucapnya.

Selain rumah dinas wali kota Tanjungbalai, KPK juga ternyata menggeledah rumah dinas Sekretaris Daerah, Yusmada.

“Enggak tahu sampai kapan (KPK menggeledah). Informasinya begitu, tapi saya belum dapat info. Karena mau jumpai dia (sekda) pun banyak tamunya,” tuturnya.

Setelah menggeledah rumah pribadi Syahrial, personel KPK bergerak menuju Balai Kota di Kilometer 6 Jalan Sudirman daerah setempat, kemudian melakukan penggeledahan ruang Kerja Wali Kota.

BACA JUGA..  Jelang Lebaran, TNI/Polri dan Pemko Semprot Disinfektan Skala Besar

Sekitar pukul 14.17 WIB, tiga mobil jenis minibus BK 1782 AAU, BK 1082 ABN dan B 2528 TOY yang ditumpangi personil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta dikawal 1 unit mobil Polisi keluar dari rumah pribadi Wali Kota.

Rombongan tersebut menuju Balai Kota dimana 8 orang penyidik KPK  empat di antaranya tampak membawa 4 buah koper berwarna gelap memasuki ruang kerja Wali Kota Tanjungbalai, H.M Syahrial.

Diketahui, Syahrial pernah dinobatkan sebagai wali kota termuda di Indonesia. Ia mendapatkan pengakuan dari MURI sebagai Wali Kota Termuda pada 27 April 2017. Saat itu, usianya baru 26 tahun.

Syahrial dilantik menjadi wali kota untuk periode pertamanya pada 17 Februari 2016 silam. Berkat kepopuleran dan kinerjanya, warga kemudian memilihnya kembali pada Pilkada serentak 2020 silam.

Syahrial mengawali karier politik menjadi anggota DPRD Tanjungbalai. Dia duduk di kursi dewan dari partai Golongan Karya. Dia pertama kali menjabat anggota DPRD periode 2014-2019.

Putra kelima pasangan H Zulkifli Amsar Batubara dan Hj Salmah beberapa bulan langsung dipilih jadi Ketua DPRD Tanjungbalai.

BACA JUGA..  Jual Sabu ke Petugas BNNP Sumut, IRT Ini Ditangkap

Baru satu tahun, dia mundur dari Ketua DPRD. Bahkan dia juga mundur dari Partai Golkar. Syahrial memilih maju dalam Pilkada dari jalur perseorangan.

Syahrial berpasangan dengan Ismail sebagai Wakil Wali kota. Meski dari jalur independen Syahrial meraih suara terbanyak. Saat itu Syahrial masih berusia 27 tahun saat dilantik.

Pilkada serentak lalu, Syahrial maju lagi menjadi Wali Kota berpasangan dengan Waris.

Pasangan yang didukung oleh 6 partai politik yakni, Partai Golkar, Gerindra, PDIP, PKS, Demokrat, dan Berkarya, tersebut pun menjadi pasangan nomor urut 03.

Syahrial-Waris mengalahkan rivalnya pasangan Eka Hadi Sucipto, SE-Gustami yang diusung 4 partai politik yaitu, Partai PKB, Berkarya, PPP, Nasdem.

Sementara rival lainnya Ismail-Afrizal Zulkarnain, dari jalur independen (jalur perseorangan).

Syahrial yang berstatus incumbent kembali memenangi Pilkada 2020 berpasangan dengan Waris. Mereka meraih 35. 403 suara.

Sementara rivalnya Eka Hadi Sucipto – Gustami meraih 29.457 suara, dan Ismail-Afrizal (MARI) memperoleh 9.852 suara.(bbs/ras)

EPAPER