Pengamanan Bobby Berlebihan, Sakhyan: Itu Akan Menimbulkan Jarak Masyarakat dan Pejabat Publik

oleh -73 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Sampai saat ini, status Walikota Medan Muhammad Afif Bobby Nasution masih menjadi polemik di Kota Medan. Sebab, menantu Joko Widodo ini mendapat pengamanan khusus dari Paspampres.

Pengamat Kebijakan Publik, Dr H Sakhyan Asmara MS menegaskan, protokol kepresidenan (Paspampres) dapat menimbulkan jarak antara pejabat dengan masyarakat.

“Semuanya itu terlihat akan kurang baik dalam menghidupkan kepemimpinan. Karena, ada aturan protokol kepresidenan dalam setiap pergerakan Bobby bekerja untuk kota ini,” bebernya.

BACA JUGA..  M Rizki Nugraha SE Tampung Aspirasi Warga Lewat Reses

Menurut Ketua STIK-P Medan ini, Bobby sebagai Walikota Medan harus bisa arif dan bijaksana meskipun sebagai menantu Presiden, tapi harus bisa juga menetapkan diri sebagai pengayom di Kota Medan. Soalnya, Bobby pemimpin pucuk tertinggi di Kota Medan.

“Bobby harus bisa menyadari itu. Jangan terlalu terikat kepada aturan protokol kepresidenan, sementara punya komunitas lain di luar komunikasi kepresidenan,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Lagi, 59 Sepmor Knalpot Blong Diamankan Satlantas Medan

Bahkan, Mantan Deputi di Kementerian Pemuda dan Olahraga itu mengatakan, kalau Bobby Nasution terus menerus ditekan oleh protokol kepresidenan, maka proses kepemimpinan tidak bisa berjalan dengan baik.

“Sebagai pemimpin Kota Medan, setidaknya Bobby bisa memberikan pengertian kepada Paspampres agar pengawalan terhadap dirinya bisa dilakukan dengan lebih mengakomodir,” tandasnya. (bbs/ali)

BACA JUGA..  Aulia Salurkan 300 Paket Sembako Kepada Pertuni Medan

EPAPER