Ngamar Bareng Senior, Polwan Digerebek Suami

oleh -161 views
GEREBEK : Petugas Provost menggerebek seorang Polwan berinisial Bripka ARP yang sedang berduaan dengan seniornya.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Seorang polwan Polres Pati digerebek suaminya saat berduaan bersama seniornya di kamar hotel di Semarang. Suami dari polwan tersebut, Brigadir Doni Kalbuadi, mengaku sudah mencurigai hubungan terlarang tersebut sejak dua tahun terakhir.

“Ada sekitar dua tahun ini memang ada gelagat mencurigakan dari istri saya. Namun, saya berkali-kali hanya bisa menguatkan hati saya. Karena memang ini semua demi anak saya,” kata Doni, Selasa (30/3/2021).

“Pernah saya tanya, apakah kenal dengan orang ini. Dia jawab pakai sumpah demi Allah, tidak ada hubungan apa-apa. Hanya soal pekerjaan,” sambungnya.

Doni mengaku, saat kecurigaannya tak terbendung, ia memutuskan untuk memasang perangkat GPS di mobil milik istrinya. Hal itu diniatinya untuk mengecek keberadaan lokasi istrinya sewaktu-waktu.

“Jadi sekitar sebulan ini dia alasan dinas luar polres. Beberapa kali kecurigaan muncul, bahkan beberapa teman saya tulus ingin membantu untuk membongkar ini. Tapi, triknya pelat nomor mobil diganti. Makanya saya pasang GPS, buat memantau. Sekitar sebulanan,” terangnya.

“Saya memasrahkan ini semua ke pimpinan. Jujur saya lega karena tahu sendiri soal perkara ini. Dengan begini ada kejelasan, dan saya sudah menata hati. Semua demi anak saya,” ucap bapak dua anak ini.

Doni mengaku, ia telah menjalani usia pernikahan dengan istrinya tersebut selama 8 tahun. Mereka juga sudah dikaruniai dua orang anak perempuan yang saat ini duduk di bangku sekolah.

Saat ini kasus penggerebekan polwan dengan seniornya ini sudah ditangani Polda Jateng. Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi menyebut pihaknya sudah memeriksa oknum tersebut.

Luthfi menyebut pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Propam. Soal sanksi untuk cinta segitiga oknum polisi yang terlibat itu bakal diputuskan lewat sidang etik.

“Pindah tugas kan menghukum anggota, harus melalui proses sidang jadi, proses berkas perkara, sidang, baru diputuskan apakah demosi, apakah penundaan, apakah dan sebagainya. Jadi tidak bisa menghukum anggota dengan cara musyawarah,” kata Luthfi usai rapat bersama forkopimda di kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (30/3/2021).

Penggerebekan itu sendiri berlangsung pada Rabu (24/3/2021) malam. Kejadian ini mencuat setelah video penggerebekan beredar secara berantai di WhatsApp.

Dalam video berdurasi 7 menit 15 detik itu, tampak seorang pria bersama sejumlah rekannya menggerebek seorang laki-laki dan perempuan yang sedang berduaan dalam sebuah kamar hotel di Semarang.

Perempuan itu tampak mengenakan kerudung dan celana robek-robek. Dia hanya bersedekap ketika sejumlah polisi menggerebeknya. Tampak pula seorang petugas Propam Polda Jawa Tengah dalam video penggerebekan tersebut.

Penggerebekan dilakukan Brigadir Muhammad Doni Kalbuadi, anggota Polsek Margoyoso. Dia bersama sejumlah rekannya menggerebek istrinya, Bripka ARP, yang tengah berada di dalam kamar hotel bersama Aiptu MM. Pasangan selingkuh ini berdinas di wilayah Kabupaten Pati.(bbs/ras)

EPAPER