Frustasi Sakit, Pasaribu Gantung Diri

oleh -175 views
DISEMAYAMKAN : Ruslan Pasaribu disemayamkan di rumah duka usai tewas gantung diri.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Frustasi penyakit tak kunjung sembuh, Ruslan Pasaribu (27) nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Kematian korban pertama kali diketahui keponakannya, Navis (7), Selasa (30/3/2021) pukul 09.30 WIB.

Informasi diperoleh, pagi itu setelah bermain dengan teman sebayanya, Navis pulang ke rumah. Namun saat berjalan ke dapur, bocah ini mendapati pamannya tergantung.

Olehnya, temuan tersebut segera diberitahu kepada neneknya, Roida Hutahaen (ibu korban). Mendapat laporan cucunya tersebut, ibu berusia 63 tahun ini bergegas ke rumah.

BACA JUGA..  Tragis! Karyawan PT. SSKA Tewas Terjebak Dalam Tangki

Benar saja, putranya didapati tergantung dengan seutas tali nilon. Seketika Roida menangis histeris hingga mengundang perhatian para tetangga. Oleh warga, jasad korban pun diturunkan dari jerat tali.

Mendapat laporan adanya korban gantung diri, polisi bergerak ke TKP di Lorong Bersama, Lingkungan II, Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan.

Kapolsek Belawan, Kompol DJ Naibaho mengatakan pihaknya sudah menangani kasus gantung diri tersebut. Dari hasil pengecekan di TKP tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, keluarga menolak untuk divisum dan tidak keberatan dengan membuat pernyataan.

BACA JUGA..  Avanza Terbalik di Tol, 3 Orang Tewas, 2 Luka

“Kita sudah minta keterangan saksi dan mengamankan barang bukti tali nilon, serta sudah menerima surat pernyataan tidak keberatan dari keluarga korban,” pungkasnya.

Sementara itu, kepada petugas, Roida mengungkap korban mengidap penyakit ayan (epelipsi). Putranya tersebut sangat frustasi dengan penyakit tersebut.

“Anak saya ini memang sakit ayan (epilepsi). Dia (korban) sudah lama frustasi, bahkan sering didapati membenturkan kepala ke dinding. Karena stres makanya dia bunuh diri,” ucap Roida Hutahean.(fac/ras)

BACA JUGA..  Hantam Truk Parkir, Pengendara Ninja Tewas

EPAPER