Destra Ajak Pedagang Konvensional Sumut Mulai Jualan Online

oleh -5.239 views
Destra pengusaha kuliner kota Medan

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Kini saatnya, pelaku usaha konvensional atau offline untuk membuka diri mengambil peluang baru menjajakan dagangnya secara online.
“Ayo pedagang offline Sumut, kita mulai berjualan online,” ajak Dedi Sumatera (Destra) di Cafe Roemah Awai, Jalan Beo Sei Sikambing B, Medan Sunggal, Sabtu (13/3/2021).
Masa pandemi Covid-19 sudah setahun ngetem di Indonesia. Menurut pengusaha kuliner ini, sangat berdampak buruk bagi pelaku usaha offline karena omzet yang terus turun
Mau tidak mau, mengharuskan pelaku usaha membuka mindset baru untuk menjadi pedagang online. Ya, agar omzetnya bisa naik kembali.
“Jadi bagi pedagang offline, jika tidak mampu beradaptasi, akan berakibat fatal pada kemajuan usahanya,” terangnya.
Sebab, gerak dan mobilitas pedagang dan pengusaha offline saat ini masih sangat dibatasi guna kebaikan bersama.
Misalnya,  tidak bisa seperti biasanya, bebas aktif berjualan door to door/kliling, sebar brosur dan toko offline. Ujungnya membuat turunnya omzet secara drastis.
Lalu Destra menyarankan, bagi penjual offline yang belum mengenal online tidak perlu kebingungan. Baik untuk memulainya atau lokasi belajarnya.
Sebab dirinya, memiliki class digital marketing yang diberi nama Royal Bisnis Class. Baik bagi pemula, atau mereka yang ingin memperdalam pengetahuannya, tentang digital marketing bisa bergabung.
“Bagi pemula gak perlu bingung, kami ada classnya. Jika berminat bisa DM ke IG @dimsum212produksi, @medan.side dan @tentangbinjai,”.
“Juga dengan mengunjungi website www.kunyahanku.com atau WA ke 0811-6173-212, dengan kata kunci: Saya Mau Bertanya dan Join Royal Class Angkatan 2,” ajaknya bergabung.
Tak hanya solusi, Destra pun berikan semangat kalau belajar jualan online tidak perlu orang pintar karena mudah. Jadi yang dibutuhkan hanya kemauan untuk belajar.
“Ayo bergabung di class kami. Saatnya belajar digital marketing, saatnya dagang dan usaha menggunakan teknologi digital,” tandasnya.
Ia juga menegaskan, usia bukan patokan terlambat belajar online. Intinya mau berusaha, pasti bisa.
“Kitakan orang Sumut. Orang Sumut itu diakui pantang menyerah. Kita gak boleh nyerah, untuk menimba ilmu,” katanya.
Dahulu orang hanya bisa menggunakan SMS buat ngirim pesan. Lalu saat whatsapp (WA) baru muncul, tidak semua bisa menggunakannya.
Padahal menggunakan WA lebih lengkap, bisa ngirim pesan, telponan sampai video call.
Namun setelah WA berkembang pesat, akhirnya semua  bisa menggunakan WA.
Sama seperti Facebook (FB) dan Instagram (IG), awalnya orang juga gak ngerti menggunakannya.
“Loh, sekarang kok banyak yang katanya GapTek tapi doyan selfie terus posting di sosmed ?,” tanyanya.
“Bahkan hampir semua lapisan usia, sekarang udah saling kepo update aktifitas harian, pake berbagai platform social media yang ujungnya adalah Digital dan Online,” sambungnya.
Jadi, lanjut Destra, sekarang jika masih banyak yang bilang jualan online itu susah, ribet dan payah ngurusnya, itu salah.
“Pemikiran ini, harus segera dibuang. Jika tidak, akan tetap memutuskan untuk nyaman dijualan offline, padahal pendapatan dan omsetnya jauh dari kata nyaman,” pungkasnya. (yan)

EPAPER

BACA JUGA..  PT Aquafarm Nusantara Peduli Pendidikan dan Kesehatan di Ajibata