Bom Gereja Katedral Makassar, 5 Korban Nunggu Taksi Online

oleh -138 views
EVAKUASI : Petugas mengevakuasi potongan tubuh terduga bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Polisi mencatat 14 warga menjadi korban ledakan bom di Gerbang Gereja Katedral Makassar. Sejumlah warga korban ledakan mengalami luka-luka. Sementara dalam perawatan di rumah sakit.

Mengutip dari KabarMakassar.com, korban bernama Asni (29) yang sedang dirawat di RS Akademis Makassar Jalan Gunung Bulusaraung mengatakan, saat ledakan terjadi, dirinya bersama empat orang korban lain sedang menunggu taksi online.

BACA JUGA..  17.716 Personil Polda Sumut Telah divaksin

“Lagi berdiri tunggu grab tiba-tiba meledak di situ kaget. Selesai ibadah. Kami lima orang ini,” ujarnya saat ditemui. Asni mengaku tidak melihat pelaku yang meledakkan diri di gerbang gereja. Karena mereka sedang fokus menunggu taksi. Tiba-tiba ledakan bom terjadi.

“Yang bawa bom saya tidak tahu saya tunggu grab tiba-tiba meledak bom. saya tidak sempat lihat yang bawa bom,” bebernya sembari menyebut dia dan keempat rekannya taksi online di depan pagar gereja sebelah kanan.

BACA JUGA..  Urus dan Perpanjangan SIM Bisa dari Smartphone

Akibat insiden itu, Asni mengalami luka pada bagian kaki. Terkena percikan ledakan bom.

“Luka kaki terkena percikan bom,” ungkap Asni.

Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengaku prihatin dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral.

“Kami terus koordinasi bersama Bapak Kapolda dan mendukung Kepolisian untuk mengusut kasus ini. Tentu kami sangat mengecam segala bentuk kekerasan (bom bunuh diri), apalagi menyebabkan orang lain terluka,” pungkasnya.

BACA JUGA..  Musnahkan Sabu 205 Kilogram, Kapoldasu: Sumut Rangking Pertama Pengguna Narkotika di Indonesia

Ia juga minta kepada aparat kepolisian untuk memperketat penjagaan rumah-rumah ibadah. Untuk menghindari dan mengantisipasi kejadian ini berulang. Sekaligus, meminta partisipasi masyarakat untuk menghindari spekulasi dan hoaks.(*)

EPAPER