Pembunuh 2 Cewek Belawan Ternyata Aipda Roni

oleh
RUMAH DUKA : Keluarga Riska tampak sangat berduka dengan kepergian putri mereka.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Polda Sumut berhasil mengungkap pembunuhan 2 cewek Belawan, Riska Putri (21) dan Aprillia Cinta (16). Pelakunya ternyata anggota Polres Belawan, Aipda Roni Syahputra.

Petugas RTP itu diamankan dari kediamannya di Marelan. Dalam pemeriksaan, Aipda Roni mengaku pembunuhan dilatar belakangi sakit hati terhadap Riska.

“Begitu kita tersangka teridentifikasi, kita langsung melakukan pengejaran dan akhirnya menangkap Aipda Roni Syahputra dari kediamannya di Marelan,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Mantan Kapolres Nias ini menyebut Aipda Roni Syahputra dipersangkakan pasal 338 (pembunuhan). “Untuk sementara motif pelaku karena sakit hati,” imbuhnya.

Adapun bunyi Pasal 338 KUHP, yakni: “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.”

Dijelaskan, tindakan keji Aipda Roni Syahputra berawal dari pertemuannya dengan Riska, honorer Polres Pelabuhan Belawan. Dalam pertemuan itu, Riska menemui Aipda Roni Syahputra yang sedang bertugas menjaga RTP Polres.

BACA JUGA..  Rumah Kosong Dibobol Siang Bolong, TV dan Gas Raib

Terhadap pelaku, Riska menintipkan sesuatu untuk diberikan kepada seorang tahanan. Namun setelah dicek, ternyata yang diterima si tahanan tidak sesuai dengan titipannya.

Kesal, Riska lantas melabrak Aipda Roni Syahputra hingga mereka terlibat cekcok dan membuat Aipda Roni Syahputra sakit hati. Pasca pertengkaran tersebut, pelaku lantas mengajak Friska bertemu.

Tanpa menaruh curiga, Riska lalu mengajak Aprillia menemui Aipda Roni Syahputra. Akan tetapi, pelaku yang tidak tahan lagi akhirnya mencekik satu persatu korban hingga tewas.

Setelah dibunuh, kedua jasad dibuang secara terpisah untuk mengelabuhi polisi. Berikutnya, jasad Aprillia ditemukan petugas kebersihan Kecamatan Medan Barat di Jalan Budi Kemasyarakatan, Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat, Senin (22/2/21) pagi.

Sedangkan jasad Riska ditemukan di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalisum) Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sergai, pada Senin (22/2/2021) sekira pukul 01.50 WIB.

BACA JUGA..  Dugaan Korupsi Pengadaan Jilbab, Massa Pendemo Desak Tangkap Istri Bupati Deli Serdang

Keberhasilan polisi dalam mengungkap dan menangkap Aipda Roni Syahputra disambut baik serta hari oleh Ani Kusmirawan (44), ibu Riska.

Perempuan ini berusaha tegar dengan berulangkali mengucap syukur kepada Tuhan. Penduduk Jalan Lorong VI, Veteran, Lingkungan X, Bagan Deli, itu mengaku lega dengan tertangkapnya pembunuh putrinya.

“Saya berterima kasih. Alhamdulillah, Alhamdulillah. Sekarang kami mulai lega. Saya juga sudah janji sama anak saya (Riska Fitria) kalau sudah ditangkap pelakunya, saya akan makan, saya tidak lagi menangis,” sebutnya saat ditemui wartawan di kediamannya.

Hingga berita diturunkan, polisi belum mengungkap dimana TKP pembunuhan terhadap Riska dan Aprillia. Namun diduga tindakan keji Aipda Roni Saputra terjadi di kawasan Titi Papan.

Hal itu menelisik dari petunjuk paranormal yang ditemui keluarga Riska, dalam upaya pencarian mereka. Ini diungkap Fairus, adik Riska kepada wartawan.

Dikatakan, sejak tak pulang hingga malam pada tanggal 20 Februari 2021 lalu, keluarga sibuk mencari ke rumah teman-temannya di sekitar Medan Labuhan.

BACA JUGA..  Pelajar Keracunan MBG di Galang Capai 38 Orang

“Bapak mamak terus cari dari sabtu malam sampai pagi, semua rumah kawannya ditanyai di Labuhan ini, sampai datangi rumah cowoknya. Terus kata cowoknya enggak ada komunikasi dua hari ini,” ungkap Fairus.

Keesokan harinya keluarga menemui paranormal. Lewat terawangannya, si paranormal menyebut jika Riska berada di Kelurahan Titi Papan, Medan Deli.

Keluarga pun bergegas ke tempat sesuai petunjuk paranormal. Namun setiba disana ternyata korban tidak ada. Dan menurut sang paranormal keluarga sudah terlambat.

Walau kecewa, pihak keluarga tetap melakukan pencarian hingga pada Selasa (22/2/2021) mereka mendapat kabar Riska ditemukan tidak bernyawa.

Lanjut Fairus, dia sangat mengenal korban Aprillia. Sebab dia dan Aprillia adalah teman satu sekolah. “Aku sama teman kakak yang ikut dibunuh adalah satu (sekolah) SMP,” imbuhnya.

Menutup, Fairus menyebut jika keluarga besar mereka berharap pelaku dihukum mati sesuai perbuatan kejinya.(bbs/gib/ras)