MANDIRI SYARIAH

Biji Kemaluan Pria Tua Ini Keluar Ditusuk Teman

oleh -1.789 views
PERLIHATKAN : Syahril memperlihatkan zakarnya yang ditusuk pelaku kepada media.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Kejadian mengerikan terjadi di Langkat. Biji kemaluan seorang pria tua keluar akibat ditusuk pakai besi oleh temannya, sesama penghuni panti rehabilitasi.

Beruntung, meski banyak kehilangan darah, nyawa korban Syahril berhasil diselamatkan. Biji kemaluannya berhasil dimasukkan lagi lewat operasi oleh dokter di RSUP H. Adam Malik Medan.

Sementara terduga pelaku, Aprida Sopyan (47) asal Kuta Cane Aceh Tenggara kabur. Hingga berita diturunkan, Polsek Salapian masih berupaya mencari keberadaan Sopyan.

Informasi diperoleh, penusukan ini terjadi di panti rehabilitasi kawasan Dusun Pelamboyan/Sei Wampu, Pamah Durian, Kutambaru, Langkat, pada tanggal 30 Desember 2020 lalu.

Ketika itu, dalam kondisi berdarah-darah dan menahan sakit pada kemaluannya, Syahril membangunkan pengelola panti bernama Susi. Kepada Susi, dia mengadu telah dianiaya Sopyan dengan menggunakan sebatang besi.

BACA JUGA..  Dua Ruko Terbakar di Medan, 1 Tewas Terpanggang

Awalnya Susi tidak panik karena hanya melihat pelipis mata korban yang terluka. Namun begitu Syaril menunjukkan kemaluannya, Susi sontak terkejut. Sebab, kedua biji kemaluan pria tua tersebut telah keluar dari kulitnya.

Pagi itu juga sekitar jam 6 lewat, korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. Tapi karena ketiadaan alat dan dokter spesialis, pihak Puskesmas merujuk ke RS Delia.

Namun pihak rumah sakit juga mengaku tidak sanggup memberikan tindakan medis sesuai kebutuhan pasien. Akhirnya Syaril dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan dan dilakukan operasi memasukkan kembali biji kemaluan korban.

BACA JUGA..  Dua Ruko Terbakar di Medan, 1 Tewas Terpanggang

Sementara pengelola panti sibuk membawa Syaril berobat, Sopian yang diduga ketakutan atas perbuatannya, memilih kabur dan hingga kemarin belum diketahui keberadaannya.

Kasus ini terkuak setelah Masnida (47), istri Sopian mendatangi Polsek Salapian untuk membuat laporan pengaduan. Kepada polisi, Masnida menyebut suaminya, Sopian hilang sejak sebulan lalu dari panti rehabilitasi.

Berikutnya petugas bergegas ke panti untuk melakukan pengecekan sekaligus meminta keterangan pengelola panti. Usai mengetahui motif dibalik hilangnya Sopian, akhirnya laporan Masnida masuk dalam kategori pengaduan masyarakat (Dumas).

Kanit Reskrim Polsek Salapian, Ipda M Ginting SH,MH membenarkan kejadian penusukan terhadap Syaril sekaligus adanya laporan dari istri terduga pelaku.

BACA JUGA..  Dua Ruko Terbakar di Medan, 1 Tewas Terpanggang

Ditemui POSMETROMEDAN.com di ruang kerjanya, Ginting menyebut jika dirinya memimpin langsung pencarian terhadap Sofyan setelah menerima laporan pihak keluarga terkait pengaduan orang hilang.

“Saat pihak panti kita mintai keterangan, terungkap jika kaburnya Sopian telah diberitahukan serta dijelaskan pengelola kepada pihak keluarga. Namun pihak keluarga Sopian tetap tidak puas, makanya membuat laporan polisi,” jelas Ginting.

“Hingga kini anggota jajaran Polsek Salapian beserta warga masih mencari keberadaan Aprida Sopian. Kita telah menjelaskannya tapi istri Sopian bersikukuh suaminya hilang dari panti,” tutup Ginting.(sut/ras)