Aplikasi Sumut Mobile Bank Sumut Raih Indeks Kepuasan Nasabah Tertinggi

oleh -41.396 views

POSMETROMEDAN.com-Aplikasi layanan mobile banking Sumut Mobile PT. Bank Sumut berhasil meraih peringkat I Satisfaction Index 2021 Mobile Banking pada ajang penghargaan 4th Satisfaction, Loyalthy dan Engagement Index 2021 yang digelar Majalah Infobank bekerjasama dengan Marketing Research Indonesia (MRI) bertempat di Studio 5 Infobank The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selasa (9/2).

Selain penghargaan 1st Satisfaction Index untuk mobile Banking, Bank Sumut juga berhasil meraih peringkat III Loyalty Index 2021 dan peringkat V Best Overall SLE 2021.

Direktur Operasional Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan yang hadir langsung mewakili Manajemen menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya atas penghargaan majalah Infobank tersebut.

Rahmat menjelaskan, penggunaan layanan digital dari produk Bank Sumut saat ini 10% dari transaksi yang dilakukan sudah melalui saluran digital Bank Sumut.

“Untuk aplikasi Sumut Mobile itu sendiri sudah ada 192 ribu pengguna aplikasi Sumut Mobile atau meningkat sebanyak 67 ribu selama pandemi, meningkat 50% dibandingkan tahun sebelumnya” jelas Rahmat.

Fitur Sumut Mobile Bank Sumut, jelas Rahmat, saat ini telah dapat melayani berbagai transaksi kebutuhan nasabah.

Di antaranya cek saldo dan mutasi, transfer antar bank, pembayaran berbagai tagihan seperti air, listrik,telpon bahkan pembayaran pajak.

“Bahkan Sumut Mobile bank Sumut telah mendukung Cardlezz dimana nasabah dapat menarik tabungan di mesin ATM meski tidak membawa kartu atmnya,” kata Rahmat lagi.

Rahmat juga menjelaskan, Pada 2021 Bank Sumut akan fokus pada peningkatan jumlah pengguna layanan digital Sumut Mobile, Bank Sumut T-Money dan kartu debit.

Selain itu, juga meningkatkan akuisisi terhadap pedagang UMK untuk memanfaatkan produk QRIS merchant di dalam menerima transaksi pembayaran.

Untuk mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) Bank Sumut akan fokus dalam perluasan pembayaran pajak daerah ke E-Commerce dan modern channel pemanfaatan virtual account dan QRIS dalam penerimaan retribusi dan pembayaran uang pendidikan.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan, Produk Digital Bank Sumut Bank Sumut terbagi atas produk untuk nasabah Individu, produk untuk nasabah korporasi dan produk untuk nasabah Pemerintah Daerah.

Produk digital untuk nasabah individu diantaranya mobile banking yang disebut Sumut mobile. Produk ini bisa diakses melalui jaringan data USSD Code maupun SMS. Produk lain adalah laku pandai yang disebut dengan Sumut Link.

Bank Sumut juga berkolaborasi dengan penyedia jasa pembayaran lainnya dengan meluncurkan fitur pembayaran berbagai pajak retribusi daerah Melalui aplikasi e-commerce seperti dengan Bukalapak, Tokopedia dan gojek.

Bank Sumut juga berkolaborasi dengan penyedia e-wallet seperti dengan Brizzi dengan produk Sumut card e-money Mandiri atau SEPP serta pembayaran berbasis QRIS seperti QREN Bank Sumut, Telkom T-Money dan link- aja

Untuk nasabah Korporasi Bank Sumut menyediakan internet banking korporasi CMS korporasi dan mengakomodir penerimaan melalui teknologi virtual account tapping box guna memudahkan korporasi hotel dan restoran dalam pelaporan pajak daerah.

Sementara, untuk nasabah pemerintah daerah Bank Sumut mendukung penuh seluruh ekosistem Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) melalui internet banking CMS kasda yang telah terintegrasi dengan sistem keuangan daerah dukungan penuh untuk e-parking e-tax, e- Samsat dan sebagainya.

Sebanyak 25 bank terdiri dari 13 bank umum konvensional 4 Bank umum Syariah dan 8 Bank pembangunan daerah berhasil meraih penghargaan 2021 yang diberikan oleh majalah Info Bank.

Penghargaan diberikan berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh MRI yang bekerjasama dengan InfoBank terhadap 1540 responden.

Terdiri 717 responden random dan 823 responden booster atau nasabah bank yang tersebar di 8 kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Balikpapan/Samarinda, Makassar dan Palembang.

Direktur Biro Riset Infobank Eko B Supriyanto mengatakan, selama masa pandemi, bank-bank cenderung menghadapi kesulitan untuk mencetak profit dan menjaga Net Interest Margin (NIM) karena faktor ekonomi nasional yang mempengaruhi kualitas kredit.

Oleh karena itu bank-bank juga harus mampu menggali pendapatannya melalui fee based income.

“Loyalitas dan keterikatan nasabah menjadi salah satu faktor pendukung bank dalam meningkatkan pendapatan selain bunga dan mengejar dana murah, untuk itu perbankan dituntut harus mampu melakukan transformasi digital yang memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi sehingga mereka menjadi loyal dan engage,” ujar Eko.(ril)

 

EPAPER