Tiga Bocah Hilang Misterius di Langkat; Excavator Rusak, Kapolsek Jatuh Sakit

oleh -233 views
SISIR: Polisi, warga dan relawan menyisir lokasi hilangnya tiga bocah di Dusun VI Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Senin (2/11/2020). IST/POSMETRO MEDAN

POSMETROMEDAN.comTiga bocah hilang di Kabupaten Langkat Sumatera Utara, hingga kini masih jadi misteri. Sudah 18 hari tiga bocah tersebut tidak kembali kepada keluarga.

Semua pihak bekerja maksimal di lapangan mencari ketiga bocah. Termasuk Kapolsek Salapian, Iptu Sutrisno yang memimpin personelnya siang dan malam.

Akibatnya, Iptu Sutrisno jatuh sakit akibat kelelahan. Ia terpaksa istirahat untuk pemulihan.

“Pencarian masih berjalan terus. Saya lagi drop ini, saya demam sekarang ini. Saya di TKP terus, izin saya lagi berobat dulu ini, doakan ya saya bisa lekas sembuh,” tuturnya.

Sejak hilangnya ketiga bocah, Minggu (18/10), personel TNI-Polri terus disebar di areal perkebunan sawit Langkat Nusantara Kepong (LNK). Dibantu warga, para personel memanggil-manggil nama ketiga bocah mulai pagi hingga jelang malam.

Selain menyisir perkebunan kelapa sawit, petugas juga mengerahkan excavator untuk menggali tempat-tempat yang dicurigai. Namun usaha ini juga belum membuahkan hasil.

Bahkan, excavator rusak seharian. Akibatnya pencarian dan penggalian terpaksa terhenti satu hari.

Soal dugaan tindak pidana, Kasat Reskrim Polres Langkat Iptu Muhammad Said Husein mengaku sedang melakukan penyelidikan. Keterangan sejumlah saksi terkait kedatangan orang asing ke Dusun Pulka sejak para korban menghilang sedang didalami.

Guna mendalami dugaan tindak pidana terhadap ketiga bocah, Polres Langkat membentuk tim khusus. Tim gabungan Polsek Salapian dan Polres Langkat itu sudah memanggil sejumlah saksi yang terakhir melihat ketiga bocah di area kebun sawit.

“Kami sudah cek TKP, dan memeriksa saksi saksi di TKP. Kami bekerja sama dengan TNI-Polri, dan Basarnas. Juga sudah menurunkan ekskavator dan anjing pelacak K9,” ujar Iptu Muhammad.

“Kami belum bisa simpulkan hilangnya dan apakah ada tindak pidana. Untuk dugaan pidana kami sudah melakukan penyelidikan dengan membentuk tim khusus gabungan Polsek dan Polres,” sambungnya.

Saat ini, sekitar TKP sudah dipasangani police line (garis polisi). Antara lain, di sekitar lokasi excavator bekerja dan di jembatan kembar (lokasi PT LNK).

Selain itu, warga juga sudah semakin berhati-hati dengan orang asing yang masuk ke Dusun Pulka. Dusun tersebut juga sudah diportal.

Diketahui, tiga bocah hilang misterius di Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Minggu (18/10).

Ketiga bocah masing-masing, Nizam Auvar Reza (7), Alfisah Zahra (7) dan Yogi Tri Herlambang (7). Mereka putera-puteri dari pasangan suami istri, Sarkim-Darmi, Alamsyah-Masdiani dan Hartoyo-Susi.

Ketiga anak masih duduk di kelas dua SD No 057187 Pulka. Menurut penuturan warga, ketiganya meninggalkan rumah sekira pukul 11.00 WIB.

Terakhir kali terlihat, ketiganya sedang melihat beko yang sedang membuat parit. Setelah itu mereka berjalan menuju jalan besar.

“Tepatnya di palang kembar PT LNK,” kata seorang pekerja kebun yang saat itu sedang melintas pulang kerja.

Sekitar 500 an warga terus menyisir kebun tempat terakhir kali ketiganya terlihat. Para normal pun diturunkan untuk ikut menerawang posisi bocah.(sut)

 

BACA JUGA..  Pimpin PC F-SPTI dan K-SPSI Langkat 2020-2025, Terbit Rencana : Sebagai Bupati, Saya Inginkan Langkat Sejuk