Komplotan Rampok Spesialis Kantor Koperasi Ditembak

oleh -102 views
DIAMANKAN : Empat orang perampok spesialis kantor koperasi diamankan.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Empat dari lima komplotan rampok spesialis kantor koperasi diciduk Ditreskrimum Poldasu. Keempatnya dihadiahi timah panas oleh petugas.

Mereka yakni Tunggul H Sihombing (50) warga Jalan Panambean, Desa Naga Huta, Kecamatan Panambean, Simalungun. Thamrin Ompusunggu Alias Rittik (48) warga Jalan Nusa Indah Ujung Gang Pendidikan 1, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang.

Mulia Pakpahan (45) warga Lahan Garapan Selambo Gang Mauliate, Deli Serdang dan Toni Warianto Sihotang (38) warga Jalan Pendidikan 1 Gang Petualangan, Desa Marindal 2, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang.

Berdasarkan laporan di kepolisian, komplotan ini terakhir kali beraksi di Koperasi CU Rapasurma di Jalan Lintas Sumatera Km 110, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Batubara, Senin (21/9/2020) lalu. Dari kantor ini mereka menggasak brankas berisi uang senilai setengah miliar lebih.

Penangkapan para pelaku merupakan tindak lanjut dari laporan Germanus Situmorang, Koperasi CU Rapsaurma. Laporannya tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP / 187 / IX / 2020 / Res Batu Bara / Sek Indrapura, tanggal 21 September 2020.

BACA JUGA..  Genjot Penguatan Ekonomi, Pemprov Sumut Targetkan 1,5 Juta UKM Terima Bantuan Rp2,4 Juta

Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum, Kompol Taryono Raharja menjelaskan jika para pelaku terlebih dahulu mematikan bola lampu yang menerangi halaman depan kantor koperasi. Selanjutnya mereka menyekap dan mengikat serta memukul kepala security, Joharman Batubara dengan linggis.

“Kemudian salah seorang pelaku mengenakan baju security menjaga korban yang diikat. Sekitar 45 menit kemudian para pelaku meninggalkan koperasi dan membawa uang senilai Rp 520.371.000,” ucapnya, Rabu (14/10/2020 malam.

Dikatakannya, dari hasil penyelidikan ditemukan fakta bahwa pelaku diduga berjumlah 5 orang dan menggunakan mobil. Setelah 2 minggu melakukan penyelidikan, tim mendapat informasi bahwa tersangka merupakan resedivis kasus pencurian spesialis brankas antar provinsi.

Lanjut Taryono, pihaknya mendapat info bahwa para tersangka akan melakukan pencurian brankas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Provinsi Bengkulu bersama dengan kelompok pencuri spesialis brankas dari Sumatera Selatan.

“Dari informasi itu, pada Sabtu 3 Oktober 2020 tim langsung berangkat ke Bengkulu. Namun saat itu para tersangka masih berada di Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan dan tim kemudian bergerak ke sana,” ungkap Taryono.

BACA JUGA..  Bunuh Driver Gojek, Begal Tewas Dimassa

Pada Selasa 6 Oktober 2020, tim menggerebek sebuah rumah dan mengamankan tersangka Tunggul. Setelah diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya bersama empat rekannya yang lain. Selanjutnya tim melakukan pengembangan dan menunggu tersangka Mulia di Kecamatan Muara Rupit, Sumatera Selatan.

“Kami berhasil mengamankan tersangka MP pada Rabu 7 Oktober 2020 saat sedang mengendarai mobil Xenia warna merah. Darinya kami menyita sejumlah barang bukti seperti linggis, kapak dan lain-lain,” sebut Taryono.

Usai mengamankan keduanya, tim langsung kembali ke Medan. Dua hari kemudian tim berhasil mengamankan tersangka Thamrin di rumahnya. Tak lama setelah itu, tim kembali mengamankan tersangka Toni di kediamannya. Sayang, satu tersangka lain berinisial JB berhasil melarikan diri saat petugas hendak menangkapnya.

“Saat hendak pengembangan untuk memburu keberadaan JB, keempat tersangka mencoba menyerang petugas. Sehingga kami langsung memberikan tindakan tegas dan terukur di kaki para tersangka,” papar mantan Wakapolres Belawan ini.

Lanjutnya, adapun barang bukti yang diamankan berupa 2 unit mobil Xenia, 1 set seragam security warna biru berikut topi, 3 buah linggis, 1 buah martil besar (godam), 2 buah obeng, 1 buah gergaji besi, 1 buah pahat, 1 buah gunting besar pemotong besi, 1 set alat las besi, 1 set alas las besi berikut tabung gas sebagai alat pemotong besi, 2 buah kapak dan uang tunai Rp 1 juta.

BACA JUGA..  Jangan Ladeni Surat Gubsu Minta Dana

Peran mereka berbeda-beda saat melakukan aksi. Ada sebagai sopir, eksekutor dan pemantau.

Tunggul berperan sebagai eksekutor pembongkar pintu ruangan berankas dan juga ikut mengambil uang bersama. Dimana, Tunggul merupakan residivis kasus curas koperasi CU Mandiri Jalan Dame Medan.

Thamrin berperan melumpuhkan dan menyekap Security hingga berpura-pura menyamar sebagai Security. Mulia sebagai eksekutor mengambil uang diberangkas dan tersangka Toni sebagai sopir.

“Untuk tersangka S Alias JB (DPO) bertindak memukul kepala Security dan juga mengambil uang di brankas,” jelas Taryono.

“Para tersangka kita jerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” pungkasnya. (gib/ras)