177 Pendemo di Medan Diangkut, Tiga Reaktif Covid-19

oleh -64 views
AMANKAN: Tiga orang petugas Kepolisian mengamankan seorang pelajar SMA yang terlibat kerusuhan saat demo menolak UU Ciptaker di Medan, Kamis (8/10/2020).(TRIADI WIBOWO/SUMUT POS)

POSMETROMEDAN.com – Hari pertama demo penolakan UU Ciptaker yang berlangsung serentak di Indonesia diwarnai kerusuhan. Tidak terkecuali di Medan.

Sejak Kamis (8/10/2020) pagi ribuan massa meringsek memadati depan Gedung DPRD Sumut, di Jalan Imam Bonjol, Medan. Mereka menyuarakan penolakan terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker).

Situasi memanas sejak awal aksi. Massa berdatangan dari berbagai arah menuju gedung dewan.

Massa terdiri dari mahasiswa, siswa dan elemen buruh. Beberapa jalan juga terpaksa tak bisa dilalui, karena massa menumpuk.

Bahkan, meski depan DPRD Sumut sudah penuh, di depan Lapangan Merdeka diblokir karena banyak massa duduk dan berorasi juga di sana. Massa yang ingin bergerak dari Jalan Raden Saleh menuju Gedung DPRD sempat dipecah lewat water canon dan gas air mata.

BACA JUGA..  Anjing Pelacak Sabhara Polda Coba Endus Tiga Bocah Hilang di Langkat

Mahasiswa pun berhamburan ke lorong-lorong bangunan di sekitar. Sementara, di depan Gedung DPRD Sumut, massa dan polisi juga ricuh.

Lemparan batu ke dalam halaman gedung membuat kaca gedung pecah. Polisi kemudian menyemprotkan gas air mata dan water canon juga.

Petugas pun melakukan penyisiran di kawasan gedung DPRD Sumut mulai dari Jalan Imam Bonjol, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Kejaksaan dan Jalan Pengadilan. Sementara ada tiga petugas kepolisian yang terluka yang berjaga di DPRD Sumut terkena lemparan batu.

Massa mulai menepi jelang magrib dan perlahan meninggalkan kawasan Gedung DPRD Sumut. Sejalan dengan itu, polisi tampak mengamankan ratusan massa yang sebagian besar mahasiswa dan siswa itu dari dalam gedung DPRD Sumut.

BACA JUGA..  Edy Rahmayadi Ingatkan Pemuda Pahami Sejarah Berdirinya Bangsa Indonesia

Mereka ini yang ditangkap karena berlari dan bersembunyi di gedung-gedung sekitar, seperti Mal Paladium, Gedung Pemko Medan dan seputaran Hotel Aryaduta yang memang lokasinya berdekatan dengan gedung DPRD.

Mereka disuruh jalan sambil jongkok dan naik ke atas mobil polisi satu persatu dengan kondisi baju dibuka. Mereka berhimpitan di dalam mobil itu lalu dibawa ke Mapolda Sumut.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko yang ditemui di lokasi, menyebutkan pihaknya mengamankan sebanyak 177 orang.

“177 orang, dibawa ke Polda,” ujarnya, Kamis petang.

Soal seperti apa status para pemuda itu, Riko belum bisa memastikan, sebab harus melalui berbagai pemeriksaan.

“Masih pemeriksaan. Belum tahu (apakah dipulangkan), kan proses pemeriksaannya masih berjalan,” jelasnya.

Kondisi yang tak lagi mengedepankan protokol kesehatan, Riko pun mengakui melakukan rapid test di lokasi terhadap ratusan yang diamankan tersebut. Hasilnya, tiga reaktif.

BACA JUGA..  Pemko medan Gencar Sosialisasikan Perwal No 27/2020

“Kita tes Covid-19 kok. Ini kita sudah lagi di tes Covid-19 mereka. Sementara tiga reaktif dari yang kita amankan,” ungkapnya.

“Untuk massa yang diamankan langkah selanjutnya akan kita cek asal usulnya. Sedang kita data pelajar atau bukan. Banyak yang menggunakan almamater mahasiswa tapi setelah kita cek bukan mahasiswa, itu informasi awal,” sambungnya.

Dalam aksi ini, selain ratusan massa yang diamankan. Beberapa bagian di gedung DPRD Sumut mengalami rusak.

Kaca-kaca pecah dan batu-batu berserakan di halaman gedung. Selain itu, ada tujuh polisi yang terluka.

“Untuk personel yang luka-luka ada tujuh, satu Polwan. Saat ini, mereka sedang dirawat,” pungkasnya.(bbs/ras)