HUT NAGAN RAYA

Sadis kali ach.. Kaki dan Tangan Terikat, Siswi SMA Dibuang Pacar ke Sungai

oleh -66 views

POSMETROMEDAN.COM- Seorang siswi SMA di Kabupaten Pesawaran, Lampung, tewas dibunuh pacarnya. Korban dibuang ke sungai hidup-hidup hingga akhirnya tewas tenggelam dan terbawa arus.

Pembunuhan sadis ini dilakoni pacar korban, Abdul Wahid (18) dan teman dekatnnya Chandra (18). Motifnya karena korban hamil di luar nikah dan meminta pertanggungjawaban pelaku.

Kapolres Pesawaran, AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan, korban berinisial DA (16) awalnya memiliki hubungan dekat dengan pelaku Wahid. Kedua remaja yang berstatus pelajar SMA ini baru menjalin asmara selama satu pekan terakhir.

“Namun pelaku sudah berhubungan badan dengan dan membuatnya hamil,” kata AKBP Vero di Kabupaten Pesawaran, Lampung, Rabu (1/9/2020).

Kemudian korban mendatangi pelaku untuk meminta pertanggungjawabannya. Ketika itu pelaku Wahid berkomunikasi dengan rekannya Chandra. Dari sanalah muncul ide untuk membunuh korban.

Wahid kemudian mengajak DA bertemu dengan modus menjalan ritual menggugurkan kandungan. Korban saat itu menurut saja kemauan pelaku agar mau tangan dan kakinya diikat.

“Pelaku membujuk korban dengan modus ritual,” ujar dia.

Ketika itulah pelaku Wahid bersama Chandra nekat mengajak pelaku ke tepi Sungai Desa Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng, dan membuangnya hidup-hidup. Korban yang dalam kondisi kaki dan tangan terikat, tak bisa menyelamatkan diri.

“Para pelaku ini sempat mengikuti jasad korban terbawa arus untuk memastikan korban meninggal dunia,” ujar dia.

Sebelumnya penemuan mayat di Sungai Desa Rejo Agung mengeggerkan warga. Polisi dibantu warga mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke RS Bhayangkara Bandarlampung.

Awalnya Mau Gantung
Polisi mengungkap kasus pembunuhan sadis siswi SMK di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Pelaku ternyata sudah sepekan berencana menghabisi korban dan awalnya ingin menggantung korban.

Pembunuhan sadis terhadap korban DA (16), dilakoni pacarnya, Abdul Wahid (18) dan teman dekatnnya Chandra (18). Motifnya karena korban hamil di luar nikah dan meminta pertanggungjawaban pelaku.

Wahid mengatakan, korban awalnya mendatanginya dan mengaku hamil. Dia minta ke pelaku agar kandungannya digugurkan, karena belum siap berumah tangga dan masih berstatus pelajar.

“Dia masih sekolah. Saya juga belum siap, karena belum lulus,” kata Wahid saat diamankan Polres Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2020).

Dari sanalah pelaku berkomunikasi dengan rekannya, Chandra. Pemuda tersebut kemudian menyarankan agar Wahid menghabisi nyawa DA dengan cara menggantungnya di pohon.

“Tapi karena tidak ada pohon yang cocok. Kami akhirnya buang korban ke sungai,” ujar dia.
Tali yang sudah dibeli untuk menggantung DA kemudian dipakai untuk mengikat tangan dan kaki korban, sebelum dihanyutkan ke sungai hidup-hidup. Korban dibujuk dengan modus ritual menggugurkan kandungan.

“Saya bilang ke dia (korban), ini ritual untuk menggugurkan kandungan. Jadi dia mau diikat,” katanya.

Saat pertama kali dibuang ke sungai, kata dia, korban berhasil menyelamatkan diri dan melepas ikatan tali di kakinya. DA lalu naik ke tepian sungai. Namun Wahid dan Chandra tetap nekat membunuh korban.

Mereka mengejar DA dan langsung menganiaya korban hingga lemas. Ketika dibuang yang kedua kali, korban terbentur bebatuan sungai hingga akhirnya pingsan tidak sadarkan diri.

“Kami melakukan (pembunuhan) malam hari, setelah azan Isya,” katanya.

Sementara rekan pelaku, Chandra mengaku, dia yang memberikan ide membunuh korban dengan menggantungnya di pohon. Namun karena tidak ada tempat yang dianggap cocok, dia mencari solusi lain.

“Saya bilang ke dia (Wahid) membuang korban ke sungai. Tapi diikat dulu kaki dan tangannya,” ujarnya.(ines/red)