HUT NAGAN RAYA

Jengkel Diejek Tak Bisa ‘Pancut”, Pria Sodomi Siswa SD

oleh -82 views

POSMETROMEDAN.COM- Warga RT 2 RW 5 Dusun Tegalrejo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang diringkus petugas Satreskrim Polres Semarang. Pria bernama Kusnun (40) alias Mama Nun alias Mbak Siska itu diduga mencabuli seorang anak laki-laki berinisial EI yang duduk di bangku SD.

Mirisnya, perbuatan bejat itu dilakukan tersangka hanya gara-gara jengkel setelah diejek tidak bisa ereksi oleh temannya. Untuk membuktikan bahwa diri tidak impotensi, lantas tersangka mencabuli anak laki-laki di bawah umur.

BACA JUGA..  Kurir Sabu 5,7 Kg dan 1000 Inex Dihukum 12 Tahun Penjara

“Ini (pencabulan) terjadi karena saya diejek tidak bisa ereksi. Saya jengkel, itu (pencabulan) untuk pembuktian,” kata Kusnun saat gelar perkara kasus tersebut di Mapolres Semarang, Rabu (2/9/2020).

Kusnun yang mencabuli sesama jenis mengaku masih memiliki ketertarikan terhadap perempuan. Dia pun tidak terinspirasi dari film-film dewasa.

“Saya juga tidak terinspirasi film porno. Saya hanya jengkel,” ujarnya.

Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono menjelaskan, pengungkapan kasus pencabulan ini berawal dari korban setelah pulang bermain pada 14 Juli 2020 sekitar pukul 15.00 WIB.

BACA JUGA..  Simpan Sabu 52 Kg, Zulkifli Dituntut Hukuman Mati 

“Saat itu pelapor Kuntoro (42) melihat bercak darah pada celana korban setelah buang air ke kamar mandi. Kemudian ditanyakan sebab adanya darah itu. Dari pengakuan korban habis disodomi pelaku,” katanya

Gatot mengatakan, korban mengaku disodomi pelaku sebanyak lima kali. Bahkan, alat kelamin korban juga sempat dimainkan pelaku sebelum melakukan tindak kejahatan. Adapun modus tersangka dari hasil penyidikan melakukan bujuk rayu serta melakukan kekerasan terhadap korban. Modusnya pelaku mengiming-imingi korban membelikan jajan.

BACA JUGA..  Bawa Sabu ke Medan, Warga Aceh Timur Disergap

Terkait adanya korban lain kepolisian masih melakukan pendalaman karena keterangan pelaku selalu berubah-ubah. Terkadang juga berpura-pura tidak melakukan apapun.

“Kepada tersangka kami kenakan pasal 76E jo Pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 atau pasal 292 KUHP dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara,” ucapnya.(ines/red)