Cabuli Anak Kandung Hingga Hamil, TS Tewas Dianiaya Sesama Tahanan Polres Sergai

oleh -227 views
KONFERENSI PERS : Kapolres Sedang Bedagai AKBP Robin Simatupang saat konferensi pers terkait kematian tahanan kasus pencabulan (atas), dan penyidik sedang memeriksa para tahanan yang diduga terlibat penganiayaan tersangka hingga tewas di sel tahanan (bawah). (Gibson Simanjuntak)

⏩ Kapolres Serdang Bedagai Pimpin Konferensi Pers

POSMETROMEDAN.com – Satu orang tahanan Polres Serdang Bedagai (Sergai) tewas setelah mendapat penganiayaan dari sesama tahanan di dalam ruang sel.

Korban adalah TS (43) warga Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Sergai. Ia merupakan tersangka kasus cabul yang baru satu hari ditangkap petugas.

Informasi yang dihimpun, TS meninggal dunia di rumah sakit Sultan Sulaiman Sei Rampah, Sabtu (26/9).

Saat itu tubuhnya penuh dengan luka lebam karena dihajar ramai-ramai oleh para tahanan. Kasus kematiannya ini pun kini sedang didalami oleh Polres Sergai.

Kasus kematian TS (43) dijelaskan Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang SH, MHum melalui konferensi pers, Sabtu (26/9/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

BACA JUGA..  Pasutri Selundupkan 3 Kg Sabu Dalam Kemasan Bubuk Teh

Kapolres didampingi Wakapolres Sergai, Kompol Sofiyan, SH, KBO Sat Intelkam, IPTU Tobat Sihombing, Kanit Sat Reskrim, IPDA BD. Sitorus, SH, MH, dan Kasat Tahti Polres Sergai, IPTU T. Hutagalung, menjelaskan kronologis kejadian kepada wartawan.

Jumat, 25 September 2020 sekitar pukul 13.30 WIB, masyarakat menghakimi tersangka TS diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap putri kandungnya sehingga diamankan Kepala Desa Gempolan dan menyerahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Sergai.

Selanjutnya, berdasarkan laporan Polisi dilakukan penahananan terhadap tersangka di RTP Polres Sergai. Tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1),(2),(3) Jo Pasal 76 D Subs Pasal 82 Ayat (1) (2) Jo Pasal 76 E dari UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak.

BACA JUGA..  Pembunuhan Pegawai Kejari Labuhanbatu; Polisi Buru Petinggi Ormas

Kemudian, Sabtu, 26 September 2020 sekitar pukul 00.40 WIB, Piket Jaga Tahanan mendengar keributan  dari dalam sel dan salah satu tahanan melaporkan kepada petugas kalau tersangka pemerkosaan tersebut dalam keadaan lemas dan tergeletak.

Sehingga tersangka dilarikan ke RSU Sultan Sulaiman Sei Rampah untuk dilakukan perawatan. Namun sekitar pukul 06.10 WIB, nyawa tersangka tidak tertolong lagi dan meninggal dunia selanjutnya di autopsi di RS Bhayangkara Medan.

BACA JUGA..  Rampok Motor, Dua Resedivis Ditembak

“Akibat kematian tersangka, penyidik Polres Serdang Bedagai telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh tahanan 1 Blok yang berjumlah 47 tahanan.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa 17 tahanan menjelaskan tidak suka dan benci terhadap tersangka dan merasa arogan, karena telah melakukan persetubuhan dengan anak kandung sendiri. Ditambah sel tahanan over kapasitas, sempit, padat dan pengab mengakibatkan tahanan kurang istirahat, tidak nyaman serta mudah emosi,” terang Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan TS sebelumnya ditangkap atas laporkan dari istrinya R Butar-Butar karena telah melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun. Disebut anak kandungnya itupun sampai hamil karena perbuatannya. (gib)