HUT NAGAN RAYA

Penggerebekan Pabrik Roti di Madio Santoso; Polisi Dalami Kasus

oleh -272 views

POSMETROMEDAN.com-Polsek Medan Timur masih mendalami terkait penggerebekan pabrik roti di Jalan Madio Santoso, No. 109, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Selasa (18/8/2020).

“Masih kita dalami kasusnya,” kata Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin kepada wartawan, Jumat (21/8/2020).

Arifin mengaku, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Medan.

Hal itu terkait standar kesehatan produk roti yang dijual home industri makanan tersebut.

“Kita koordinasi dengan BPOM terkait standar kesehatannya,” ujar dia.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Medan.

BACA JUGA..  Simpan Sabu 52 Kg, Zulkifli Dituntut Hukuman Mati 

“Kita juga koordinasi ke instansi terkait mengenai perizinannya bagaimana,” tandas Arifin.

Sebelumnya, pabrik pembuatan roti tersebut digerebek Polsek Medan Timur, Selasa (18/8/2020).

Penggerebekan dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat karena pengelola pabrik diduga melanggar standar kesehatan dalam pembuatan roti tersebut.

Saat menggerebek, polisi menemukan tumpukan roti siap jual tanpa masa kadaluarsa bersama sisa roti yang tidak terjual berserakan.

Tak hanya itu, terdapat olahan tepung roti (panir) dan olahan srikaya.

Petugas kemudian mendalami dugaan pelanggaran pembuatan roti yang tidak memenuhi standar kesehatan itu,.

BACA JUGA..  Lima Bulan Konsumsi Ganja, Saheri Diciduk Polsek Kotarih

Tapi tiba-tiba, pemilik pabrik bernama Raya bersama anaknya Wendy dan para pekerja lainnya melakukan perlawanan dengan meneriaki petugas maling.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Ipti Aldres Tambunan mengatakan, manajemen pabrik tidak memiliki itikad baik terhadap petugas kepolisian.

“Manajemen dan pekerja yang ada di dalam pabrik roti itu meneriaki petugas kepolisian maling. Padahal anggota ke sana membawa surat perintah tugas dan sudah menunjukkan kepada manajemen,” Aldres kepada wartawan.

“Ada dugaan pengelolaan roti di sana tidak sesuai dengan peraturan bahan pangan dan kesehatan. Makanya kami gerebek,” sambungnya.

BACA JUGA..  Polrestabes Tembak Mati Bandar Sabu

Setelah di dalam pabrik, personel kepolisian memeriksa alat pengelolaan, bahan yang digunakan dan sistem yang diterapkan manajemen.

Bahkan setelah kegiatan itu, kepolisian juga memanggil pihak manajemen.

“Surat panggilan sudah kami layangkan untuk memeriksa pemilik atau yang mewakili tapi mereka belum datang. Kami harapkan mereka menunjukkan itikad baik dan memenuhi panggilan penyidik,” harapnya.

Ada beberapa barang bukti yang diamankan. Antara lain, satu botol pewarna pangan merk lion brother, satu liter bahan perasa dan pewarna dan lainnya.

“Itu semua kami bawa ke markas komando untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya.(sor)