Grab Percepat Transformasi Digital UMKM Medan Melalui 6 Solusi #TerusUsaha

oleh
⏩ Terbukti Tingkatkan Pendapatan dan Kualitas Hidup
POSMETROMEDAN.COM – Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, hari ini meluncurkan solusi digitalisasi UMKM #TerusUsaha di Medan. Program ini mencakup 6 solusi yang didedikasikan membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat beradaptasi dan berkembang di era tatanan baru pasca-COVID-19.

Program yang mendukung inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah ini mencakup berbagai inisiatif akselerasi khusus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM, iklan gratis guna membantu meningkatkan visibilitas secara online sehingga dapat meningkatkan penjualan, juga sebuah portal yang dirancang khusus bagi UMKM yang berisikan tips dan juga pengetahuan lainnya agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya.

Di Medan, Grab mendigitalisasi 6 pasar tradisional melalui layanan GrabMart agar mereka dapat tetap melayani pelanggan yang kebanyakan beraktivitas dari rumah.

Sektor UMKM di Sumatera Utara merupakan tulang punggung perekonomian lokal dengan kontribusi ekonomi sebesar 67%. Temuan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara mengungkapkan bahwa pekerja lepas dan UMKM yang didukung teknologi Grab berkontribusi sebesar Rp2,66 Triliun bagi perekonomian Sumatera Utara pada 2018.

Riset terbaru yang dilakukan pada 2020 juga menunjukkan peran UMKM dalam membuka lapangan pekerjaan, dengan 21% responden mengaku bisa menambah karyawan saat bisnisnya berkembang. Namun faktanya, pandemi membuat 672.000 UMKM di Sumatera Utara mengalami gangguan operasional, termasuk penutupan bisnis.

Hal ini menandakan pentingnya digitalisasi untuk membantu UMKM dapat bertahan dan juga mempercepat pemulihan ekonomi Sumatera Utara.

Richard Aditya, Head of West Indonesia Grab Indonesia, menjelaskan peran program #TerusUsaha dalam mendukung terciptanya ekonomi digital untuk mempercepat pemulihan ekonomi Sumatera Utara.

“Dukungan kepada seluruh UMKM di Sumatera Utara sangat perlu dilakukan untuk memastikan mereka dapat bertahan, mengingat kontribusi ekonomi sektor ini yang sangat signifikan. Dengan adanya perubahan perilaku dan kebiasaan konsumen di masa pandemi, digitalisasi menjadi sangat mendesak. Program #TerusUsaha yang sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood kami harapkan dapat memberikan solusi konkret dan juga membawa semangat baru bagi para pelaku UMKM untuk bangkit dan menyongsong era tatanan kehidupan baru ini,” jelasnya, Selasa (11/8).

BACA JUGA..  Revitalisasi RSUD Dr. Pirngadi Harus Dibarengi Pembenahan Tata Kelola

Program #TerusUsaha: 6 Solusi Grab untuk Percepatan Digitalisasi UMKM Sumatera Utara. Diantaranya, Digitalisasi Pedagang Pasar Tradisional dengan GrabMart: Grab bermitra dengan PD Pasar Jaya untuk mendigitalisasi 5 pasar tradisional di Medan agar mereka dapat terus melayani pelanggan yang kebanyakan beraktivitas dari rumah.

Selain itu ada juga 1 pasar lain yang juga hadir dalam layanan GrabMart, yakni Pasar Bakti, Pasar Kwala Bekala, Pasar Petisah, Pasar Pringgan, Pasar Sei Sikambing dan Pasar Medan Tembung. Para pembeli bisa memesan seluruh kebutuhan harian dari ratusan pedagang tradisional melalui layanan GrabMart dalam aplikasi Grab. Sejak terdigitalisasi oleh GrabMart, rata-rata transaksi pedagang pasar meningkat hingga 245% dalam satu bulan.

H. Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara, sangat mengapresiasi solusi #TerusUsaha  yang diberikan Grab guna membantu UMKM di Sumatera Utara.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara merancang berbagai strategi guna mendorong digitalisasi UMKM yang terkena dampak pandemi COVID-19, salah satunya dengan mengalokasikan dana khusus untuk membantu UMKM UNTUK meningkatkan kapasitas serta daya saing koperasi dan UMKM. Selain itu, peran swasta dalam hal ini Grab juga sangat diharapkan bisa membangkitkan kinerja usaha koperasi dan UMKM yang terdampak pandemi di Provinsi Sumatera Utara. Saya juga sangat mengapresiasi rangkaian solusi digitalisasi yang dihadirkan Grab melalui #TerusUsaha yang tentunya bisa jadi penyelamat bagi banyak pihak. Terakhir, saya juga mengajak para UMKM untuk merangkul digitalisasi  agar tercipta perekonomian yang lebih baik di masa depan,” ujar Gubsu.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics juga merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di Kota Medan. Riset ini menemukan bahwa gig worker atau pekerja lepas termasuk UMKM yang didukung oleh teknologi Grab di Medan telah memberi dampak bagi peningkatan kualitas hidup mereka sebesar 8%.

Mitra dan agen Grab yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga pendapatan yang lebih besar serta pembukaan lapangan pekerjaan untuk orang lain.

BACA JUGA..  Restoran Lembur Kuring Belum Kantongi Izin IPAL, Lailatul Badri Minta DLH Kota Medan Harus Transparan

Buka Akses Perbankan & Investasi Bagi Mitra Pengemudi Medan. Kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. 75% mitra pengemudi GrabBike dan 55% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp939 ribu hingga Rp1,4 juta.

55% dari mitra pengemudi GrabBike dan 79% mitra pengemudi GrabCar juga mengatakan bahwa mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab, karena penyedia jasa keuangan lebih mempercayai mereka. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru.

Teknologi Membuka Kesempatan Usaha Mitra Merchant dan Agen di Medan. Riset tersebut juga menjelaskan 13% mitra merchant GrabFood Medan terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 16% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya.

Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. 21% mitra merchant GrabFood dan 7% agen GrabKios di Medan menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Peningkatan Pendapatan & Pemasukan Mitra Pengemudi, Merchant dan Agen Medan. Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Medan yang disurvei juga melihat peningkatan pendapatan hingga 32% menjadi Rp52,2 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Medan meningkat 9% menjadi Rp13,5 juta per bulan sejak bergabung.

Sebanyak 44% mitra merchant GrabFood Medan juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya. Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike dengan peningkatan pendapatan hingga 103% menjadi Rp7,3 juta per bulan dan 114% menjadi Rp3,8 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab.

BACA JUGA..  Bupati Samosir Tinjau Progres Pembangunan Pompa Air dan Jaringan Listrik 

Peningkatan ini membuat mereka bisa menabung dan membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 24% mitra pengemudi GrabBike dan 10% mitra pengemudi GrabCar di Medan baru membuka rekening tabungan pertama ketika bergabung dengan Grab.

Riyadi Suparno, M.Sc, Direktur Eksekutif, Tenggara Strategics mengungkapkan bahwa gig economy mempunyai peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi.

“Saat Sumatera Utara mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca COVID-19, kami percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung proses pemulihan ekonomi. Kesiapan secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal. Grab dapat membantu bisnis beradaptasi dengan beralih secara online menuju layanan seperti GrabFood dan GrabKios. Meskipun masih ada banyak ketidakpastian ekonomi di waktu yang akan datang, kami percaya gig economy akan memainkan peran penting dalam membantu mempertahankan mata pencaharian,” jelasnya.

Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si., Plt Wali Kota Medan yang diwakili oleh Dra. Edliaty Siregar, MAP, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, menyambut baik program #TerusUsaha yang diluncurkan Grab pada hari ini.

“Pemerintah sepanjang tahun 2019 sudah membantu mempermudah penerbitan izin usaha agar lebih banyak lagi pelaku UMKM yang muncul di Kota Medan. Untuk menjalani adaptasi kebiasaan baru, perlu strategi khusus untuk membantu para pelaku UMKM bertahan di tengah pandemi ini. Grab sudah mendukung pelaku UMKM melalui program pelatihan dan layanan digital dalam membantu usaha mereka sehingga mereka dapat bersaing dan lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya. Melalui komitmen Grab, diharapkan dapat membantu pengusaha kuliner di Medan dalam keadaan serba sulit ini. Perlu ada komitmen bersama antara pemerintah dan Grab untuk membantu UMKM lokal dalam mengembangkan pasarnya guna mewujudkan UMKM yang kuat. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Grab sebagai wujud komitmen dalam mendukung pemerintah dalam mengembangkan UMKM di Medan agar mereka memiliki semangat untuk #TerusUsaha,” jelasnya. (ali)