HUT NAGAN RAYA

Beli Cairan Disenfektan Puluhan Juta Rupiah, Kades Minta Kasih Tedy Sofianta Tarigan SE Diduga Korupsi DD

oleh -1.587 views

POSMETROMEDAN.COM – Gonjang ganjing anggaran Dana Desa (DD) Desa Minta Kasih, Kecamatan Salapian, terus menjadi buah bibir warga. Pasalnya, informasi berkembang menyebutkan pengadaan obat disenfektan Covid 19 mencapai puluhan juta rupiah.

Gonjang ganjing yang berkembang di wilayah desa tentang penggunaan anggaran yang tidak masuk akal itu, wartawan Posmetro Medan mengkonfirmasinya ke beberapa perangkat desa setempat, maupun kepada beberapakepala dusun (Kadus), Senin (24/8).

Kepada wartawan, para perangkat desa tersebut tidak mau bercerita panjang lebar. Tapi mereka mengakui, kalau hal itu tertuang di dalam SPJ. “Yang aku dengar juga begitu, namun jelasnya tanya aja pak ama kepala Desa. Itu bukan wewenang kami,” kata mereka.

BACA JUGA..  Derita Cewek Dolok Masihul, Pulpen Dipinjam, Kehormatan Melayang

Saat para perangkat desa yang juga petugas penyemprot desa (disenfektan) ditanya apakah setiap dusun yang berjumlah 5 dusun di Desa Minta Kasih, setiap harinya bisa menghabiskan 1 liter obat disenfektan, dan apakah mereka diberi honor oleh Kepala Desa?, mereka memberi jawaban miris.

Mereka menjelaskan, bahwa untuk menghabiskan 1 liter yang sudah dicampur air, bisa dipakai untuk satu minggu. Dan itu pun bisa tidak habis. “Kami tidak ada menerima honor tambahan. Kalau makan, ya di rumah masing-masing. Dan sekarang kami tidak ada lagi berjaga (melakukan penyemprotan desa). Kalau tidak salah hanya berjalan dua bulanan lah,” jelas salah seorang dari mereka, sembari meminta agar identitas mereka tidak ditulis. “Bang jangan dibuat nama kami ya, bisa bahaya kami nanti,” minta mereka kepada wartawan.

BACA JUGA..  Pemko Medan Terima Penyerahan PSU Dari PT Surya Daindo Harmoni

Semua tuduhan dugaan penyalahgunaan anggaran DD untuk Covid 19 di Desa Minta Kasih, coba dikonfirmasi wartawan Posmetro Medan kepada Kepala Desa Tedy Sofianta Tarigan, SE. Konfirmasi melalui nomor WhatsApp (WA) terkait penggunaan anggaran tersebut, hanya dibaca Tedy Sofianta Tarigan, SE. Kepala Desa tidak memberi respon apapun. Bahkan setelah membaca WA, tidak lama kemudian nomor telepon (WA) kepala desa tidak bisa dihubungi lagi.

Melihat sikap kepala desa yang tidak mau memberikan keterangan, membuat warga semakin kesal. Warga kembali bersungut-sungut. “Kalau memang tidak benar menggunakan anggaran besar, kenapa teleponnya dimatikan? Kenapa tidak mau menjawab bertanyaan wartawan dan kita?,” tanya warga.

BACA JUGA..  Akhyar Nasution Tegaskan Eks TBSU Tetap Jadi Tempat Pengembangan Kesenian & Kebudayaan

Alasan kepala desa diam pun malah ditanya warga kepada wartawan. “Gimana dek apa tanggapan Kades soal anggaran itu ? Menghindarkan dia kan? Saat ini rakyat udah susah dilanda Covid ini, jadi kok gitu dia. Kalau memang gak ada, kasih alasanlah berapa anggaran yang habis untuk beli obat disinfektan itu. Kalau gak salah disinfektan satu liter harganya, buatlah 15 ribu. Tapi kalau habisnya puluhan juta, obat apa itu?” kesal mereka (sut)