LANGKAT-Jalan menuju obyek wisata Bukit Lawang tepatnya di Dusun Paya Bedil, Desa Perkebunan Turangi, Kec.Bahorok, kembali longsor tepatnya di kilometer 67-68. Kondisi jalan tersebut sangat membahayakan penggunanya, dan hingga saat ini dinas terkait.
Informasi dihimpun posmetromedan.com, Senin (15/6) sebelumnya areal dimkasud telah mengalami longsor pada 16/9/2019 lalu, hingga saat ini belum pernah ditangani oleh Dinas Jalan dan Jembatan/Bina Marga Provinsi Sumut, dimana status jalan tersebut adalah jalan Provinsi.
Masyarakat setempat mengaku sangat cemas dengan kondisi jalan tersebut, apalagi saat ini musim penghujan. Disebutkan warga, Sumber longsor kembali terjadi pada hari Sabtu (13/6/2020). Dimana saat itu hujan deras mulai pukul 18.00 Wib hingga pukul 23.00 Wib. Akibatnya longsoran yang lama di badan jalan semakin parah.
“Jika tidak segera dibenahi dikhawatirkan jalur itu akan terputus total sehingga akses menuju Bahorok lumpuh,” tegas warga disana.
Berkaitan kondisi jalan tersebut, Camat Bahorok Dameka Putra Singarimbun S.STP melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Rukun Sinuraya SE membenarkan hal itu.
“Kita sudah cek dan turun ke lokasi/lapangan bersama camat. Bagian bawah longsoran telah tergerus dan berlubang miring sehingga kondisinya cukup memprihatinkan,” pungkas Sekcam.
Disinggung tentang pembangunan solusi awal, dijelaskan Rukun, pihaknya segera kordinasikan dengan pengusaha setempat untuk berswadaya menimbun.
“Secepatnya, karena dikhawatirkan longsoran melebar luas dan memutus akses jalur transportasi. Jalur vital bagi masyarakat keluar-masuk. Meski ada jalur akternatif melalui areal perkebunan PT PP Lonsum Pulo Rambung namun jarak lebih jauh dan jalan berbatu,” tambah Sekcam.
Diakhir komunikasi, Sekcam menjelaskan, mengaku pihak Kecamatan sudah melaporkan hal itu ke Pemkab Langkat untuk dikordinasikan ke Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Bina Marga Sumut Binjai-Langkat.
Menyikapi pernyataan Sekcam yang menyatakan akan berkordinasi dengan pengusaha, warga setempat PK Sembiring (61) mengaku heran.
“Ini jalan provinsi, kok harus berkordinasi dengan pengusaha untuk memperbaikinya? Ini sudah bertahun, kemana dinas Bina Marga Provinsi? Kenapa tidak perduli sedikitpun?,” tanya nya. (sut)












