Puluhan Preman Deklarasi Tobat dan Minta Maaf Kepada Siswa SMKN 2

oleh
MEDAN – Puluhan preman yang terjaring razia oleh Tim Pemburu Preman (TPP) Sat Sabhara Polrestabes Medan melakukan kegiatan kebersihan di SMKN 2 Medan dan sekitarnya, Kamis (12/4).
Usai melakukan kebersihan, dengan pengawalan puluhan personil TPP para preman yang mengenakan baju kaos “Aku Gak Preman Lagi Mamak!!!” dan “Mantan Preman Kampung” itu melaksanakan Deklarasi Tobat sekaligus meminta maaf kepada seluruh siswa SMKN.
Adapun isi Deklarasi Tobat yang diucapkan para preman tersebut yakni “Saya berjanji tidak akan melakukan lagi pungutan liar, menakut-nakuti masyarakat, meminta uang kepada para pedagang.
Dan saya setia kepada hukum. Bilamana saya melakukan lagi, saya bersedia dihukum. Kiranya Tuhan memaafkan saya. Dan masyarakat mau memaafkan saya, dan saya tidak mengulangi lagi perbuatan ini. Sekian dan terimakasih”.
Usai menyampaikan deklarasi, seratusan siswa SMK langsung memberika tepuk tangan. Para preman itu juga saling bersalaman. Selanjutnya preman bertobat itu dipulangkan TPP ke rumahnya masing-masing.
Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sonny W Siregar kepada wartawan mengatakan puluhan preman tersebut diamankan dari sejumlah kawasan pada, Rabu (11/3) sore. Selanjutnya para preman itu dibawa ke Mako Sat Sabhara guna di data dan diberi pengarahan.
“Kamis pagi para preman kita bawa ke SMKN 2 untuk melakukan kegiatan kebersihan/memungut sampah di luar dan dalam sekolah. Selanjutnya para preman yang bertobat itu melaksanakan Deklarasi Tobat sekaligus meminta maaf kepada seluruh siswa SMKN,” ujarnya.
Setiap hari TPP sambungnya, akan terus melakukan razia terhadap para preman yang meresahkan masyarakat. “Semoga dengan dengan dilakukannya razia terhadap para premanisme ini, masyarakat Kota Medan merasa aman dan nyaman,” pungkasnya. (sor)

BACA JUGA..  Gorok Leher Hemat Barus Hingga Tewas, Bandot Ditangkap