Simanjorang & Boru Manalu Digelandang Warga ke Polsek
KABANJAHE – Pengakuan Em (10) bahwasannya dia telah berulang kali dicabuli ayah tirinya, Laswan Simanjorang (40) memantik emosi warga Gang Rukun, Komplek Rumah Susun Gornong, Kabanjahe.
Emosi warga seketika meletus, manakala sang ibu, Resti br Manalu malah terkesan melindungi suami keempatnya tersebut. Dimana, dia menolak mempolisikan Laswan dengan harapan sang suami tidak mengulangi perbuatannya.
Alih-alih ingin menyelamatkan suami dari jerat hukum, dengan alasan bakal melapor jika Laswan kembali mencabuli Em, justru ‘meledakkan’ kemarahan warga sekitar. Keduanya lantas digelandang ke kantor polisi.
Informasi dihimpun, Laswan dan Lesti beserta anak mereka baru tiga bulang menetap di Gang Rukun. Laswan berprofesi sebagai petani. Sedangkan Resti membantu keuangan rumah tangganya dengan bekerja sebagai aron mocok-mocok. Sementara Em, saat ini duduk di bangku kelas 6 SD.
Kabar perihal pencabulan yang dialami Em sebelumnya sudah sampai ke telinga warga. Pun begitu, para jiran tidak mau bertindak gegabah. Apalagi, ini menyangkut aib serta masa depan si anak.
Belakangan, I br Ginting (51) bersama beberapa warga berinisiatif menanyakan langsung kebenaran kabar tak sedap tersebut kepada Em. Begitu lah, sepulang beribadah di gereja, sekira pukul 10.23 WIB, korban dipanggil.
Perlahan tapi pasti. Warga akhirnya berhasil membujuk Em untuk bercerita. Dengan sesunggukan, bocah ini menguak kisah pilunya di hadapan warga.
“Tuhan! Sudah 32 tahun aku tinggal disini, nggak pernah hal seperti ini terjadi,” ketus Boru Simbolon (52), begitu mendengar Em dengan jelas mengaku jika dirinya telah berulang kali dicabuli ayah tirinya, Laswan.
“Bagaimana kalau cucuku dan anak-anak di gang ini dikasih uang lalu digituin,” imbuhnya tanpa bisa membendung air mata, membayangkan betapa bahayanya tindakan Laswan.
Melihat situasi mulai memanas, I br Ginting menyarankan untuk memanggil Lesti, ibu Em. Sejurus kemudian perwakilan warga memanggil Lesti. Setahu bagaimana, perempun ini malah menolak pulang ke rumah.
Berikutnya, seorang gadis ABG yakni M br Nababan (16) disuruh membujuk Lesti. Upaya kedua ini berhasil. Lesti akhirnya bersedia menemui warga.
Usai mendengarkan cerita warga berdasarkan keterangan Em, si ibu angkat bicara. “Nanti kalo diulanginya (mencabuli Em), maka saya adukan (ke polisi),” katanya.
“Kami akan pindah dari sini kalo suami saya ulangi lagi,” tambahnya dengan tegas. Mendengar kalimat yang dinilai melindungi suami ketimbang putri kandungnya, warga marah.
Tanpa dikomando. Laswan pun dihajar. Namun luapan kemarahan itu tidak berlangsung lama. Seorang aparat yang juga warga sekitar menghalangi massa bertindak main hakim sendiri. Laswan pun lolos dari bulan-bulanan massa.
Takut hal tak diinginkan terjadi, Laswan akhirnya digelandang ke Polres Tanah Karo. Lesti juga turut ke Mapolres.(war/ras)












