Gara-Gara Saling Ejek, 7 Pelajar Siapkan Sajam untuk Tawuran

oleh
Ketujuh pelajar yang hendak melakukan tawuran. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Gara-gara saling ejek di media sosial, tujuh remaja yang masih berstatus pelajar diduga hendak terlibat aksi tawuran di Kisaran, Kabupaten Asahan.

Beruntung, rencana bentrokan tersebut lebih dahulu digagalkan polisi yang sedang berpatroli, Minggu (1/11/2026) malam.

Ketujuh remaja itu diamankan di kawasan Perkuburan Cina, daerah Pasar Lama Kisaran. Polisi turut menyita sejumlah senjata tajam (sajam) rakitan yang diduga telah dipersiapkan untuk menyerang kelompok lain.

BACA JUGA..  Lewat Optimalisasi BLUD, Pemko Medan Dorong Transformasi Layanan RSUD dr. Pirngadi

Kanit Pam Satuan Samapta Polres Asahan, Ipda Suha Riyanto, mengatakan seluruh remaja tersebut masih di bawah umur dan rata-rata duduk di bangku SMA.

“Mereka kami amankan saat berkumpul di kawasan Perkuburan Cina. Semuanya masih usia sekolah, rata-rata SMA,” ungkap Ipda Suha, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, aksi tawuran tersebut diduga berawal dari saling ejek melalui media sosial. Komunikasi antarkelompok dilakukan melalui grup medsos hingga berujung pada kesepakatan untuk bertemu dan saling menyerang.

BACA JUGA..  Polres Toba Tangkap Pelaku Dan Penadah Curanmor

Lokasi perkumpulan yang relatif sepi diduga sengaja dipilih untuk menunggu kedatangan kelompok lawan.

“Biasanya tawuran itu karena persoalan sepele, saling ejek di media sosial. Mereka sudah menunggu di lokasi untuk menyerang kelompok lain,” jelasnya.

Usai diamankan, ketujuh remaja bersama barang bukti dibawa ke Polres Asahan untuk didata dan menjalani pembinaan. Polisi juga akan melibatkan orang tua serta pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.

BACA JUGA..  Distribusi BBM di Nias Potensi Terganggu, Bobby Nasution Upayakan Mitigasi Kelangkaan di Masa Nataru ‎

Sementara itu, Polres Asahan bersama aparat terkait akan meningkatkan patroli, khususnya di sejumlah titik yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya remaja pada malam hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa perselisihan di media sosial dapat berujung pada tindakan berbahaya di dunia nyata.

Pengawasan orang tua dan kepedulian sekolah sangat dibutuhkan agar para pelajar tidak terjerumus dalam aksi kekerasan.

Editor: Oki Budiman