POSMETRO MEDAN – Tindakan langka dalam proses pemakaman pria dengan berat 250 kg terjadi di Gresik, karena melibatkan pemadam kebakaran.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik harus menggunakan crane untuk memindahkan jenazah Abdul Ghoni (25) warga Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Gresik.
Abdul Ghoni meninggal dunia pada Senin (7/9/2026) sore, setelah mengalami komplikasi penyakit yang berkaitan dengan obesitas.
Proses pemakaman Abdul Ghoni berlangsung cukup dramatis. Puluhan warga bersama sejumlah instansi ikut terlibat untuk membantu seluruh rangkaian pemakaman, mulai dari memandikan jenazah, melaksanakan salat jenazah hingga proses pemakaman.
Petugas Damkarla Gresik, Farhan Dzulkifli, mengatakan warga mengalami kendala ketika hendak memindahkan jenazah karena bobot tubuh almarhum.
“Warga kesulitan saat hendak memindahkan jenazah,” ujar Farhan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, satu unit crane milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik kemudian dikerahkan.
Selain crane, tiga kendaraan operasional juga disiapkan untuk mendukung proses pemakaman.
“Mengerahkan 1 unit crane milik DPUTR, serta menyiagakan 3 unit mobil operasional lainnya,” imbuhnya.
Dalam proses tersebut, warga dan petugas terlihat bekerja sama menyelesaikan setiap tahapan pemakaman.
Setelah melalui berbagai proses, pemakaman Abdul Ghoni akhirnya selesai sekitar lima jam kemudian.
“Proses pemakaman berlangsung 5 jam, tapi alhamdulillah selesai tanpa halangan,” sebutnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bungah Aipda Triyadi menyampaikan bahwa meninggalnya Abdul Ghoni meninggalkan kesedihan mendalam bagi pihak keluarga.
Triyadi juga memastikan hasil pemeriksaan polisi tidak menemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh almarhum. Abdul Ghoni dipastikan meninggal akibat sakit.
“Murni karena sakit, semoga keluarga diberikan ketabahan,” jelasnya.(bbs)











