Bupati Taput Perjuangkan Percepatan Perbaikan Irigasi dan Sungai ke BBWS Sumut

oleh
Kunjungan ke kantor BWS Sumut.

POSMETRO MEDAN – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. mengunjungi Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Utara II di Medan, Jumat (28/8).

Kunker ini untuk membahas percepatan penanganan infrastruktur irigasi dan sungai di Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya dalam rangka pemulihan pascabencana hidrometeorologi.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan kondisi sejumlah wilayah terdampak, khususnya Kecamatan Pahae Jae, Simangumban dan Purbatua. Kerusakan pada aliran Sungai Aek Sigeaon dan Batang Toru memerlukan penanganan melalui pembangunan sheet pile, groundsill, pengangkatan sedimentasi serta penguatan saluran, guna melindungi lahan pertanian dan infrastruktur, termasuk jembatan yang terancam akibat gerusan dasar sungai.

BACA JUGA..  Danrem 022/ PT Pimpin Sertijab Danyon TP 852/ ABY

Bupati berharap penanganan irigasi dan lahan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Saat ini, sekitar 800 hektare lahan telah tertangani melalui optimalisasi lahan (oplah), sementara Pemkab Tapanuli Utara terus mengusulkan perbaikan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan. Pemkab juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2026 untuk penanganan tanggul, termasuk perbaikan sheet pile yang jebol.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Tapanuli Utara telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB serta DPR RI, khususnya Komisi V, guna mendorong percepatan penanganan infrastruktur pascabencana. Dua bendung, yakni Daerah Irigasi Batang Toru di Pahae dan DI Aek Sigeaon Sipoholon, juga menjadi perhatian karena belum berfungsi secara optimal.

BACA JUGA..  PALEM DAS Indonesia Bantu UMKM, Serahkan 4 Unit Tong Sampah

Kepala BBWS Sumut II, Feriyanto, didampingi jajaran dan Kasatker yang membidangi irigasi dan sungai, menyampaikan pentingnya sinergi antara Pemkab Tapanuli Utara, dinas teknis, pemerintah pusat dan DPR RI. Untuk Tahun 2026, Tapanuli Utara telah mengusulkan penanganan 38 daerah irigasi senilai sekitar Rp42,7 miliar, serta usulan tahap II sebesar Rp52,2 miliar untuk 36 daerah irigasi yang direncanakan melalui skema multi years.

BBWS Sumut II juga menyampaikan sejumlah penanganan prioritas, di antaranya Aek Sarulla hingga muara Batang Toru, Aek Parihanan di Kecamatan Pahae Jae, serta Sungai Sigeaon di sepanjang sempadan Jalan HKI Tarutung dan kawasan Aek Siansimun. Tahun ini juga direncanakan tiga kegiatan penanganan berupa pembangunan groundsill, pengangkatan sedimen dan perbaikan saluran. Penyusunan Detail Engineering Design (DED) dinilai penting untuk mempercepat proses verifikasi dan masuknya usulan ke dalam program pembangunan.

BACA JUGA..  Pemkab Taput Akselerasi Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba 30 Hektare

Kepala BBWS Sumut II menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen Bupati Tapanuli Utara yang terus mendukung serta membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan BBWS. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan dan perbaikan infrastruktur irigasi serta sungai di Kabupaten Tapanuli Utara secara berkelanjutan,d.

EDITOR : Putra