POSMETRO MEDAN – Sebuah truk pengangkut pasir jenis Colt Diesel BK 8812 EQ terguling di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Bandara Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Rabu (15/7/2026).
Kecelakaan yang diduga dipicu kondisi jalan bergelombang dan kerusakan pada kendaraan itu membuat sopir mengalami luka-luka serta memperparah kemacetan panjang akibat antrean pengisian BBM di kawasan tersebut.
Peristiwa bermula saat truk melaju dari Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, menuju Kota Binjai. Setibanya di lokasi kejadian, sopir diduga berusaha menghindari lubang di badan jalan.
Namun, ketika kendaraan bermanuver ke sisi kiri, as truk diduga patah hingga roda terlepas, menyebabkan kendaraan bermuatan pasir itu kehilangan kendali dan terguling.
Insiden tersebut nyaris berubah menjadi tragedi. Dua sepeda motor yang berada tepat di samping truk hampir tertimpa saat kendaraan roboh ke badan jalan. Beruntung, kedua pengendara berhasil menghindar sehingga selamat tanpa mengalami cedera.
Kecelakaan itu terjadi di tengah antrean kendaraan yang mengular menuju SPBU akibat keterlambatan distribusi BBM. Truk yang melintang di badan jalan membuat arus lalu lintas semakin tersendat dan memicu kemacetan lebih panjang.
Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Binjai, BPBD, dan kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas, mengevakuasi kendaraan, serta mengamankan lokasi kejadian agar tidak menimbulkan kecelakaan susulan.
Petugas Dinas Perhubungan Kota Binjai, M Agashi, mengatakan dugaan sementara kecelakaan dipicu kombinasi kondisi jalan yang rusak dan kerusakan teknis pada kendaraan.
“Diduga sopir menghindari jalan yang berlubang. Saat berbelok ke kiri, as kendaraan patah hingga roda terlepas dan truk terguling. Sopir mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” katanya.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan infrastruktur jalan di jalur padat Kota Binjai. Warga berharap kerusakan jalan segera diperbaiki agar tidak kembali memicu kecelakaan, terlebih di tengah tingginya volume kendaraan akibat antrean BBM.
Editor: Oki Budiman












