POSMETRO MEDAN – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Transparansi Sumatera Utara (GMPET-SU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (6/7/2026).
Dalam aksi tersebut, mereka mendesak pimpinan DPRD Sumut memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan keterlibatan salah satu pimpinan dewan berinisial RA dalam praktik makelar proyek dan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Koordinator aksi GMPET-SU, Rahmad Ritonga, menyampaikan bahwa tuntutan tersebut merupakan bentuk dorongan agar lembaga legislatif tetap menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas di tengah sorotan publik.
“Kami meminta Ketua DPRD Sumut memberikan klarifikasi secara terbuka terkait dugaan yang menyebut salah satu pimpinan DPRD Sumut berinisial RA terlibat dalam praktik makelar proyek dan jabatan di lingkungan Pemko Medan. Publik berhak mendapatkan penjelasan yang jelas,” ujar Rahmad dalam orasinya.
Selain meminta klarifikasi dari pimpinan DPRD Sumut, massa aksi juga mendesak Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Sumut untuk segera menjalankan fungsi pengawasan internal dengan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap dugaan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurut Rahmad, langkah tersebut penting dilakukan demi menjaga marwah lembaga legislatif serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap DPRD Sumatera Utara.
“Kami berharap BKD bekerja secara profesional, independen, dan objektif. Apabila aspirasi ini tidak mendapat perhatian, kami akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar. Bahkan, kami juga akan meminta aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung dan KPK, untuk memberikan perhatian terhadap persoalan ini,” katanya.
Selama aksi berlangsung, massa menyampaikan aspirasi secara bergantian melalui orasi dengan pengawalan aparat kepolisian. Unjuk rasa berlangsung dalam kondisi tertib dan kondusif.
Namun, hingga aksi berakhir, tidak ada perwakilan pimpinan maupun anggota DPRD Sumatera Utara yang menemui massa untuk menerima aspirasi ataupun memberikan tanggapan.
Massa kemudian membubarkan diri secara tertib.
Editor: Oki Budiman












