2 Karyawati Toko Tewas Keracunan Asap Genset

oleh
oleh

POSMETRO MEDAN – Empat karyawati Toko Indrapura ACC di Jalinsum Air Putih, Kabupaten Batu Bara keracunan asap genset. Dua diantaranya dilaporkan tewas, dua lainnya kritis.

 

Peristiwa tersebut viral di media sosial. Belasan netizen memposting peristiwa memilukan tersebut lewat akun Facebook mereka, di antaranya @Jungkes CCTV, @Habib Bima, @Mustafa Kamal Fasha II, @Nisa Fashion, serta @Era Sismita.

 

Berdasarkan penelusuran dari postingan Facebook, disebutkan malam saat listrik mati serentak pada Jumat (22/5/2026) sekira pukul 18.45 WIB, toko tersebut menghidupkan genset.

 

Karena ramainya pembeli, kemungkinan saat toko ditutup setelah larut malam dan genset tetap dibiarkan hidup di dalam toko. Sementara keempat karyawati disebutkan tidur di dalam toko tersebut, sedangkan pemilik toko pulang ke rumah.

BACA JUGA..  Pajero Sport Ditabrak KA di Tebingtinggi, Satu Tewas

 

Kondisi keempat karyawati toko baru diketahui saat pemilik dan warga menggedor-gedor pintu besi took, pada Sabtu (23/5/2026) siang. Meski berulang kali digedor dibarengi teriakan memanggil, namun tidak ada sahutan dari dalam toko.

 

Curiga, warga kemudian mendobrak pintu toko dan menemukan keempat karyawati terlihat berada di tempat tidur. Namun saat dibangunkan, hanya dua karyawati yang menyahut dengan suara lemah. Sedangkan dua karyawati lainnya sama sekali tidak memberikan reaksi.

 

Warga bersama pemilik toko kemudian menghubungi Polsek Air Putih. Begitu menerima informasi, Kanit Reskrim Polsek Air Putih, Ipda Evan Hutabarat, bersama anggotanya langsung tiba di TKP. Baik korban tewas maupun korban kritis langsung dilarikan ke RSU Bidadari Batu Bara.

BACA JUGA..  Diduga Tak Tertib Pajak Parkir, Toko Susu Asia Picu Sorotan Warga

 

Dari postingan video @Jungkes CCTV yang ikut ke RSU Bidadari disebutkan nama-nama korban adalah Adila, Rahma, Dwi, dan Riana. Namun tidak disebutkan secara rinci korban yang tewas maupun korban yang kritis.

 

Sementara itu, Kapolsek Air Putih, AKP. Rahmad R Hutagaol pada Minggu (24/5/2026) menjelaskan, seorang karyawan bernama Dinda Selvira Manalu datang ke toko untuk bekerja pada Sabtu (23/5/2026) sekira pukul 08.00 WIB.

 

“Karena toko masih tertutup, Dinda Selvira Manalu mencoba menghubungi salah seorang korban yang berada di dalam toko, tetapi tidak merespon,” kata Rahmad.

 

Selanjutnya, Dinda menghubungi pemilik toko Edo Setiawan. Lalu, Edo meminta bantuan warga sekitar untuk membuka paksa rumah toko (Ruko) tersebut. Alhasil, keempat korban ditemukan dalam keadaan lemas tak berdaya.

BACA JUGA..  Mandala By Pass Kerap Macet, Area Parkir Asia Susu Jadi Sorotan

 

“Dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua korban lainya yang bisa diselamatkan dibawa ke rumah sakit Bidadari Indrapura guna penanganan medis,” jelas Rahmad.

 

Rahmad mengungkapkan berdasarkan keterangan saksi, bahwa genset di toko aksesoris handphone dihidupkan untuk lampu penerangan di dalam toko itu.

 

“Toko sudah ditutup, dan genset berada di dalam. Sementara, ventilasi udara tidak ada. Sehingga diduga para korban yang berada di kamar diduga keracunan asap,” ucap Rahmad.

 

Rahmad mengatakan keempat korban tinggal di dalam toko lantaran tempat tinggal mereka jauh. “Empat korban ini asal Tebing Tinggi. Kondisi korban yang selamat sudah membaik berdasarkan keterangan dari dokter. Kasusnya masih didalami,” kata Rahmad.(bbs)