POSMETRO MEDAN – Operasi senyap yang digelar aparat kepolisian di kawasan perkebunan sawit Dusun Air Serdang, Desa Air Merah, berujung pada pembongkaran sebuah gubuk yang diduga kuat menjadi lokasi pesta sabu, Senin (4/5/2026).
Meski tak satu pun pelaku berhasil diamankan, pesan keras ditegaskan: perang terhadap narkoba di wilayah ini bukan sekadar slogan.
Dipimpin langsung Kapolsek Kampung Rakyat, AKP Muhammad Ilham Lubis, aparat gabungan bersama perangkat desa dan warga menyisir area yang selama ini dikenal sebagai titik rawan aktivitas narkotika. Target utama, seorang bandar berinisial AB, berhasil melarikan diri sebelum petugas tiba. Namun, kegagalan menangkap pelaku tak membuat operasi kehilangan makna.
Sebagai langkah tegas, gubuk yang diyakini menjadi tempat pesta sabu langsung diratakan. Tindakan ini bukan sekadar simbolis, melainkan peringatan terbuka bagi jaringan narkoba bahwa tidak ada ruang aman di wilayah hukum Labuhanbatu Selatan.
“Ini bukan hanya penindakan, tapi peringatan keras. Siapa pun yang mencoba menjadikan wilayah ini sebagai sarang narkoba akan kami kejar tanpa kompromi,” tegas AKP Ilham di lokasi.
Pernyataan tersebut mempertegas komitmen kepolisian dalam memburu pelaku hingga ke akar. Aparat memastikan setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara serius, sekecil apa pun.
“Kami tidak akan mundur. Ini perang bersama. Laporkan ke Call Center 110 atau Polsek terdekat, dan kami pastikan pelaku tidak akan leluasa,” tambahnya.
Tak hanya mengandalkan tindakan represif, petugas juga memanfaatkan momen ini untuk mengedukasi warga sekitar tentang bahaya narkoba—mulai dari dampak kesehatan hingga ancaman terhadap masa depan generasi muda dan stabilitas sosial.
Melalui program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), operasi serupa dipastikan akan terus digelar secara masif dan berkelanjutan.
Fokusnya jelas: mempersempit ruang gerak jaringan narkoba hingga benar-benar terputus.
Langkah tegas ini kembali menegaskan peran Polri bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga benteng utama masyarakat dari ancaman narkotika yang kian merusak.
Di Labuhanbatu Selatan, pesan itu kini disampaikan dengan tindakan nyata—tanpa kompromi, tanpa ampun.
Editor: Oki Budiman












